Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكْرَمَ النَّاسُ قَالَ أَتْقَهُمْ الله
Artinya: “Dari Abu Hurairah Radiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa rasulullah shallallahualaihi wa sallam ditanya tentang siapa orang yang paling mulia. Beliau menjawab, orang yang paling bertaqwa kepada Allah.” (HR. Al Bukhari).
Hadits ini menunjukkan bahwa manusia paling mulia adalah yang paling tinggi tingkat ketakwaannya. Dan diperkuat dengan dalil Al-Qur’an surah Al-Hujurat Ayat 13:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Secara eksplisit, tujuan pendidikan Islam yaitu meningkatkan keimanan, pemahaman dan penghayatan serta pengamalan agama Islam, sehingga menjadi insan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT., berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keimanan merupakan kebutuhan hidup manusia, menjadi pegangan keyaninan dan motor penggerak untuk perilaku dan amal (aktivitas kerja) manusia. Iman sebagai syarat utama dalam mencapai kesempurnaan atau insan utama, dan merupakan langkah awal untuk menuju keshalihan dan mewujudkan perilaku, amal saleh dan pengorbanan manusia bagi pengabdian kepada Allah, karena iman juga sangat terkait dengan amal saleh.