kesempurnaan iman


المُؤْمِنِ، ولا يَتِمُّ الإيمانُ إلاَّ بِتَمَامِ الفَرَائِض وَالسُّنَنِ، وَلاَ يَفْسُدُ الإيمانُ إلاَّ بِجُحُودِ الفَرَائِضِ وَالسُّنَنِ، فَمَنْ نَقَصَ فَرِيضَةً بِغَيْرِ جُحُودٍ عُوقِبَ عَلَيْها، وَمَنْ أتَمَّ الفَرَائِضَ وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ

Nabi melihat. bersabda, “Iman itu di dalam dada seorang mukmin, tidaklah sempurna iman kecuali dengan kesempurnaan fardhu-fardhu dan sunnah-sunnahnya, tidaklah rusak iman kecuali dengan ingkarnya terhadap hal-hal yang difardhukan dan disunnahkan. Siapa yang mengurangi fardhunya dengan tanpa pengingkaran, maka ia disiksa di atasnya, dan siapa yang sempurna fardhu-fardhunya maka surga wajib baginya.”