No. Hadist: 3230
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ الْكَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا { وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا } قَالَ الشُّعُوبُ الْقَبَائِلُ الْعِظَامُ وَالْقَبَائِلُ الْبُطُونُ
Artinya:
Telah bercerita kepada kami Khalid bin Yazid Al Kilaniy, telah bercerita kepada kami Abu Bakr dari Abu Hashin dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma menjelaskan tentang firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, “Wa ja’alnaakum syu’uubaw wa qabaa’ila lita’aarafuw” (Dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku”). Asy-Syu’ub (jamak dari asy-Sya’bu) adalah suku bangsa (yang besar) sedang al-qaba’il (jamak dari al-qabilah) adalah suku atau marga”.
No. Hadist: 3235
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَجِدُونَ النَّاسَ مَعَادِنَ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقِهُوا وَتَجِدُونَ خَيْرَ النَّاسِ فِي هَذَا الشَّأْنِ أَشَدَّهُمْ لَهُ كَرَاهِيَةً وَتَجِدُونَ شَرَّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَيَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ
Artinya :
Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah bercerita kepada kami Al Mughirah dari Abu Az Zanad dari Al A’Raj dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Manusia akan mengikuti Quraisy dalam urusan ini (pemerintahan) orang muslim lain akan mengikuti Muslim mereka (Quraisy) begitu juga orang kafir akan mengikuti orang kafir mereka (Quraisy). Dan manusia beragam asal-usulnya (dan kwalitas perilakunya), maka orang-orang yang baik pada zaman jahiliyyah akan menjadi baik pula pada zaman Islam bila mereka memahami (Islam), dan kalian akan temui pula bahwa manusia yang paling baik dalam urusan (khilafah/pemerintahan) ini adalah orang yang paling membenci (tidak selera) terhadap urusan pemerintahan ini hingga dia masuk ke dalamnya”.(Jika sudah masuk dalam pemerintahan karena untuk menegakkan keadilan dan menegakkan hukum Allah, jika bukan untuk ambisi pribadi dan golongan, maka bukan hal itu perkara yang dibenci).