Umrah di Bulan Ramadhan


حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، أَخْبَرَنَا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَمَّا رَجَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لِأُمِّ سِنَانٍ الْأَنْصَارِيَّةِ:

مَا مَنَعَكِ مِنْ الْحَجِّ؟

قَالَتْ أَبُو فُلَانٍ تَعْنِي زَوْجَهَا كَانَ لَهُ نَاضِحَانِ حَجَّ عَلَى أَحَدِهِمَا وَالْآخَرُ يَسْقِي أَرْضًا لَنَا. قَالَ:

فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي.

رَوَاهُ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai’, telah mengabarkan kepada kami Habib Al Mu’allim, dari ‘Atho’, dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari pelaksanaan hajinya, Beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah:

“Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji?”.

Wanita itu berkata: “Bapak si fulan, yang ia maksud suaminya, memiliki dua ekor unta yang salah satunya sering digunakan untuk menunaikan haji sedangkan unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum buat kami”. Beliau bersabda:

“Umrah pada bulan Ramadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku”.

Ini diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dari ‘Atho’; Aku mendengar Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ‘Ubaidullah berkata, dari ‘Abdul Karim dari ‘Atho’ dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(HR. Bukhari no. 1730).

Alangkah indahnya bisa berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jangankan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak bersama beliau saja orang rela menunggu hingga belasan tahun untuk berhaji. Betapa beruntungnya para sahabat ikut berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain meraih limpahan pahala, berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentunya memberikan kesan dan kenangan terindah seumur hidup.

Setibanya di Madinah sepulang haji, beliau bertemu dengan seorang wanita Anshar, Ummu Sinan. Beliau bertanya mengapa Ummu Sinan tidak ikut berhaji (bersama beliau). Kemungkinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa iba kepadanya karena berhaji bersama beliau adalah keinginan semua sahabat sedangkan ia tidak ikut serta.

Ummu Sinan memberikan alasan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia tidak bisa turut serta berhaji karena tidak mempunyai kendaraan atau bekal yang cukup. Dua unta milik suaminya, yang satu digunakan suaminya berhaji dan unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum keluarganya.

Mendengar demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan kepada Ummu Sinan agar berumrah di bulan Ramadhan saja. Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.

Maksud dari umrah di  bulan Ramadhan setara dengan haji adalah dari segi pahala. Bisa saja kesetaraan tersebut karena kemuliaan bulan Ramadhan. Betapa beruntungnya para hamba Allah yang umrah di bulan Ramadhan.

Berdasarkan hadis inilah kaum muslimin dan muslimat berusaha keras untuk umrah di bulan Ramadhan. Inilah yang menjadikan jama’ah umrah di bulan Ramadhan sangat penuh dibanding dilaksanakan di bulan-bulan lainnya.

Semoga Allah memanggil kita sebagai tamu-Nya di bulan Ramadhan, aamiin….

 

Wallahu A’lam