Tunaikan Zakat Fitrah


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ .صَاعًا مِنْ تَمْرٍ عَلَى الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ وَالْحُرِّ وَالْمَمْلُوكِ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari ‘Ubaidullah berkata: Telah menceritakan kepada saya Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri satu sha’ dari gandum atau sha’ dari kurma bagi setiap anak kecil maupun dewasa, orang yang merdeka maupun hamba sahaya (budak) “.

(HR. Bukhari no. 1416).

حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمَرَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ.

Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Maisarah, telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan (untuk menunaikan) zakat fithri sebelum orang-orang keluar untuk shalat (‘Ied) “.

(HR. Bukhari no. 1413).

Tidak hanya berkutat pada perkara ibadah vertikal kepada Allah, Islam juga mewajibkan umatnya untuk berzakat agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi. Kewajiban zakat hanya bagi mereka yang sudah memenuhi syarat. Adapun yang tidak mampu tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, termasuk zakat fitrah.

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan oleh setiap diri muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Kewajiban tersebut berlaku bagi orang yang mempunyai kelebihan makanan pokok di malam hari raya dan pada hari rayanya. Zakat dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok (beras jika di Indonesia) seukuran satu sha’. Ukuran satu sha’ setara dengan 4 mud. Satu (1) mud setara dengan ukuran dua (2) telapak tangan orang dewasa. Jadi 1 sha’ kira-kira setara dengan 2,5 Kg atau 3,5 liter.

Yang wajib mengeluarkan zakat fitrah:

Selain mempunyai kelebihan makanan pokok, zakat fitrah wajib dibayar oleh:

  1. Orang yang meninggal dunia setelah terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan. Zakat fitrah tersebut dibayarkan oleh ahli waris.
  2. Bayi yang lahir di bulan Ramadhan. Zakat tersebut dibayarkan oleh orang tuanya atau yang menanggungnya.
  3. Istri dan anak (dibayarkan oleh suami).
  4. Orang yang berada dalam tanggungan, zakat fitrahnya dibayarkan oleh penanggungnya. Misal: Anak yatim yang ditangung oleh pemeliharanya, seorang ibu atau ayah yang miskin, ditanggung oleh anaknya yang mampu, anak asuh dibayarkan zakat fitrahnya oleh pengasuhnya.

Adapun waktu menunaikan zakat fitrah sebagai berikut:

  1. Waktu Ja’iz (boleh), yaitu terhitung masuk tanggal 1 Ramadhan.
  2. Waktu Wajib, yaitu orang yang mengalami waktu sebagian Ramadhan dan sebagian Syawal.  Misalnya orang yang wafat setelah terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan. Adapun orang yang wafat di bulan Ramadhan, zakat firahnya tidak wajib dibayarkan oleh ahli warisnya. Begitu juga dengan bayi yang lahir di bulan Ramadhan, zakat fitrahnya wajib dibayarkan. Adapun bayi yang lahir setelah masuk Maghrib malam hari raya, zakat fitrahnya tidak wajib dibayarkan.
  3. Waktu Sunnah (dianjurkan), sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
  4. Waktu Makruh (kurang baik), setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
  5. Waktu Haram, setelah melewati Hari Raya (malam tanggal 2 Syawwal). Artinya, orang tersebut wajib qadha’ zakat fitrah. Qadha zakat fitrah dilakukan segera walapun telah melewati batas waktu.

Wallahu A’lam.