حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّارُ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، عَنْ ثَوَابِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ.
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Shabah Al Bazzar Al Baghdadi, telah menceritakan kepada kami ‘Abdush Shamad bin ‘Abd Al Warits, dari Tsawab bin ‘Utbah, dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, dia berkata bahwa: Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar (ke tempat shalat) pada hari raya idul fitri sampai beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan terlabih dahulu pada hari raya idul adlha sampai beliau shalat terlebih dahulu.
(HR. Tirmidizi no. 497).
Membaca hadis ini membuat penulis terkenang kepada almarhum ayah. Ketika hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri, almarhum agak sedikit memaksa penulis untuk makan ketupat terlebih dahulu. Almarhum mengatakan sebaiknya makan dulu sebelum berangkat Shalat Idul Fitri, tetapi untuk Idul Adha sebaliknya! Almarhum tidak mengutip hadis ini, hanya mengamalkan apa yang beliau tahu dari guru-gurunya saja. Begitulah orang-orang dulu, mengamalkan apa yang ia pelajari dari guru-gurunya. Berbeda dengan zaman anak muda sekarang yang sedikit-sedikit mengatakan: “Mana dalilnya?” Sekalipun diberi tahu dalilnya, masih juga mengatakan “Emang Shahih hadisnya?”.
Para ulama menjelaskan hikmah dari hadis di atas diantaranya:
- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan beberapa butir kurma sebelum keluar dari rumah beliau agar kita mengetahui bahwa hari itu adalah haram puasa. Hal ini dilakukan beliau agar umat Islam ingat bahwa puasa Ramadhan selama sebulan penuh sudah berakhir.
- Adapun beliau tidak makan apapun sebelum berangkat Shalat Idul Adha dan beliau makan setibanya di rumah karena beliau ingin memakan sebagian daging qurban. Sudah kebiasaan beliau untuk langsung menyembelih hewan qurban segera setelah Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan.
- Sunah beliau ini bukanlah kewajiban. Hukumnya tetap sunah. Artinya boleh saja kita tidak makan sebelum berangkat Shalat Idul Fitri atau makan sebelum berangkat Shalat Idul Adha. Namun jika kita ingin mengamalkan hadis ini, tentu saja dianjurkan.
Wallahu A’lam.