Keistimewaan Orang yang Berpuasa


حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ .صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bun Yusuf , dari Ibnu Juraij, berkata: Telah mengabarkan kepada saya ‘Atho’, dari Abu Shalih Az Zayyat, bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah Ta’ala telah berfirman: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan puasa itu adalah benteng, maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku orang yang sedang puasa’. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang puasa lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misk. Dan untuk orang yang puasa akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan “ibadah puasanya itu”.

(HR. Bukhari 1771).

Allah memuji hamba-Nya yang melaksanakan puasa. Apresiasi dari Allah adalah dengan memberikan ganjaran pahala yang besar. Jika ibadah selain puasa mempunyai standar pahala, maka khusus untuk puasa pahalnya tidak terbatas karena Allah sendiri yang langsung memberi pahalanya sesuka Allah. Oleh karena itulah Allah memberikan warning kepada para hamba-Nya yang berpuasa agar puasa menjadi benteng agar pahala yang sangat besar itu tidak hilang. Jika dia berpuasa dan ada orang lain yang memancing emosi dan kesabarannya, misalnya dengan mengajaknya berkelahi atau menghinanya, maka katakanlah bahwa ia sedang berpuasa. Perkataan seperti itu dimaksudkan agar ia tidak meladeni sehingga membuatnya tidak sabar dan hilang pahala puasanya.

Dan satu lagi pujian dari Allah bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak misk. Artinya, ketaatan kepada Allah sangat tinggi nilainya dibanding apapun. Secara zhahir, bau mulut orang puasa tidaklah enak, tapi semua itu dibalas pahala oleh Allah  dengan surga. Penduduk surga itu semuanya berbau wangi, melebihi wanginya misk.

Kebahagiaan hakiki dimiliki oleh orang yang berpuasa, yaitu berbahagia disaat berbuka karena menikmati betul kenikmatan minum di saat dahaga dan kenikmatan makan di saat lapar. Dan satu lagi kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, yaitu ketika bertemu Allah di surga.

Wallahu A’lam.