Keberkahan Makan Sahur


حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً.

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib, ia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada berkah”.

(HR. Bukhari no. 1789).

Sahur adalah waktu menjelang Subuh. Maksud hadits di atas adalah anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar orang yang akan berpuasa, terutama puasa Ramadhan agar makan sahur menjelang Subuh. Waktu sahur adalah waktu penuh berkah.

Berkah itu apa sih?  Berkah adalah “bertambahnya kebaikan” dalam hidup. Makan sahur tentu menambah kekuatan bagi orang yang akan puasa di siang hari. Bahkan menurut salah satu hadis riwayat Ahmad, hendaklah bersahur walaupun hanya  dengan seteguk air.

Banyak sekali hikmah dari makan sahur, terutama di bulan Ramadhan diantaranya:

  • Waktu sahur adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdo’a dan beristighfar.
  • Syiar Islam yang sangat kuat untuk dihidupkan agar umat Islam terbiasa bangun pagi hari dan meramaikan masjid untuk shalat Subuh bejama’ah.
  • Bersedekah dan berbagi makan diwaktu yang penuh berkah.
  • Jika terbiasa untuk tidak kesiangan Subuh, maka tidak ada lagi cerita terlambat datang ke kantor, terlambat ke sekolah dan terlambat-terlambat lainnya.
  • Mendidik seluruh anggota keluarga untuk istiqamah bangun pagi dan tidak tidur terlalu malam, apalagi begadang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Cepat tidur dan cepat bangun adalah kebiasaan baik.

Wallahu A’lam.