Jumlah Takbir Shalat Id


حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْلَى، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي صَلَاةِ الْعِيدَيْنِ سَبْعًا وَخَمْسًا.

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Ala, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mubarak, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Ya’la, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir dalam dua Shalat Id tujuh dan lima kali.

(HR. Ibnu Majah no. 1268)

Pada prinsipnya Shalat Id sama dengan shalat sunah lainnya. Yang sedikit berbeda dengan shalat lainnya karena adanya takbir 7 (tujuh) kali pada raka’at pertama dan 5 (lima) kali pada raka’at kedua.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  • Disunahkan mengangkat kedua tangan saat takbir, baik pada rakaat pertama atau kedua sebagaimana kita mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram
  • Jumlah 7 kali pada rakaat pertama adalah di luar takbiratul ihram. Jadi setelah takbiratul Ihram, imam disunahkan membaca do’a iftitah dan setelah itu baru takbir 7 kali, kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan seterusnya.
  • Jumlah takbir 5 kali pada rakaat kedua adalah di luar takbir bangkit dari sujud kedua pada rakaat pertama menuju berdiri pada rakaat kedua.
  • Takbir dalam Shalat Id adalah sunah hai’at, bukan sunah ab’adh. Jadi jika sang imam sengaja atau lupa tidak bertakbir, baik pada rakaat pertama dan kedua, imam dan makmum tidak perlu sujud sahwi.
  • Jika jumlah takbir imam pada rakaat pertama maupun kedua kurang jumlahnya, maka makmum mengikuti takbir imam sesuai jumlah yang kurang tersebut. Dan Makmum tidak mengikuti takbir imam jika jumlah takbirnya melebihi dari yang seharusnya.

Adapun bacaan sebelum takbir sunah hai’ah Shalat Id adalah :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ.

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.

 Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

Dan satu hal lagi yang paling lebih diperhatikan:

“Jika Imam lupa untuk bertakbir 7 kali atau 5 kali, makmum tidak perlu heboh dan mencela imam, karena perbuatan imam tersebut tidaklah membatalkan shalat!” Yang ribut itu biasanya mereka yang belum tahu ilmunya!”

Wallahu A’lam.