حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
.مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam berkata: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Fudlail berkata: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id, dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.
(HR. Bukhari no. 37).
Setiap detik, manusia mempunyai potensi untuk meraih pahala atau dosa. Pahala dan dosa tidak bersaing atau berlomba untuk dipilih oleh kita, tapi kitalah yang berlomba. Jika kita sadari, dosa lebih dominan kita miliki daripada pahala. Sedetik saja lupa kepada Allah, itu sudah menyalahi adab dalam perspektif akhlak. Banyak dosa-dosa kecil yang melekat pada diri kita namun tidak kita sadari. Pepatah mengatakan: “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.” Dosa yang menggunung tentu membuat kita takut, sedih dan terancam masuk neraka.
Sangat beruntung kita beragama Islam dan memiliki Tuhan Yang Maha Pengampun. Karena cinta yang begitu besar kepada sang hamba. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kesempatan kepada para hamba untuk membersihkan dirinya dari dosa dengan berbagai cara yang diridhai. Puasa Ramadhan dengan ikhlas karena Allah dan mengharapkan pahala serta ampunan adalah caranya. Bukan hanya terampuni dosa dan bonus pahala, puasa Ramadhan berefek positif. Orang yang puasa Ramadhan dengan sungguh-sungguh, maunya ibadah saja, jujur saja, sedekah saja dan tentu maunya ke masjid saja.
Wallahu A’lam.