حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنِي هِلَالٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ هَاجَرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا.
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَبِّئُ النَّاسَ بِذَلِكَ؟ قَالَ:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ.
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Fulaih berkata: Telah menceritakan kepadaku Ayahku, telah menceritakan kepadaku Hilal dari ‘Atha bin Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa pada bulan Ramadlan, maka Allah berkewajiban memasukkannya kedalam surga, baik ia berhijrah fi sabilillah atau duduk di tempat tinggalnya tempat ia dilahirkannya.”
Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, tidak sebaiknyakah kami mengabarkan orang-orang tentang hal ini?” Nabi malahan menjawab:
“Dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan antara langit dan bumi, maka jika kalian meminta Allah, mintalah surga firdaus, sebab firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Arrahman dan daripadanya sungai surga memancar.”
(HR. Bukhari no. 6873).
Berhijrah dari Makkah ke Madinah bukanlah perkara mudah. Banyak sekali pengorbanan mereka ketika harus berhijrah. Bagi Sahabat nabi yang mempunyai aset berlimpah mau tidak mau harus ditinggalkan. Rumah, kebun, ternak, bisnis, keluarga yang masih kafir, semua harus ditinggalkan dalam rangka mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya. Dan lebih berat lagi, para sahabat tidak tahu bahwa setibanya mereka di Madinah harus tinggal di rumah siapa, pekerjaan baru mereka seperti apa dan bagaimana nasib perekonomian mereka nantinya. Mereka semua tawakkal kepada Allah karena ikhlas berhijrah. Dengan demikian, hijrah merupakan amalan mulia dan tentunya mendapat limpahan pahala dari Allah, dicintai Allah dan Rasul-Nya dan tentunya mendapat balasan surga.
Ternyata bukan hanya hijrah saja yang mendapatkan hadiah surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa Ramadhan membuat Allah mewajibkan diri-Nya untuk memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.
Saking gembiranya para sahabat mendengar sabda beliau, mereka minta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar mereka dapat menyampaikan kabar gembira ini kepada sahabat lain yang tidak hadir. Alih-alih langsung mengizinkan para sahabat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam justru meneruskan sabda beliau tentang surga Firdaus yang diperuntukkan bagi para mujahidin (orang yang berjihad di jalan Allah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga berpesan agar kita memperoleh surga Firdaus. Dengan kata lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin agar kita tidak hanya beriman, tidak hanya shalat dan berpuasa Ramadhan saja tapi berjihadlah di jalan Allah agar memperoleh Firdaus. Setelah pesan ini sempurna, tentu saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan para sahabat untuk menyampaikan hadis ini kepada sahabat lain yang tidak hadir.
Wallahu A’lam.