Q.S. Al-Baqarah : 185
.وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”
Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ: كُنَّا نُؤْمَرُ بِالْخُرُوجِ فِي الْعِيدَيْنِ وَالْمُخَبَّأَةُ وَالْبِكْرُ قَالَتْ الْحُيَّضُ يَخْرُجْنَ فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ يُكَبِّرْنَ مَعَ النَّاسِ.
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Abu Khaitsamah, dari Ashim Al Ahwal, dari Hafshah binti Sirin, dari Ummu Athiyyah, ia berkata:
Kami diperintahkan untuk turut keluar pada dua hari raya, demikian juga para gadis, dan para wanita yang sedang haid juga keluar, namun mereka berada di belakang jamaah dan ikut bertakbir bersama mereka.
(HR. Muslim no. 890)
Setelah kumandang adzan Maghrib terakhir bulan Ramadhan, bergantilah bulan selanjutnya, bulan Syawal. Saat berbuka puasa terakhir itulah. Sedih, haru dan gembira menjadi satu. Sedih dan haru karena Ramadhan sudah berlalu dan belum tahu apakah tahun depan masih bertemu Ramadhan. Gembira karena bersyukur yang teramat dalam karena Allah memberi kemampuan untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dan berhari Raya Idul Fitri, hari fitrah dimana orang-orang beriman kembali ke fitrahnya, seperti bayi yang baru dilahirkan tanpa dosa.
Sebagai bentuk syukur kepada Allah, kaum muslimin dan muslimat bertakbir dan mengagungkan Allah. Sejenak setelah shalat Maghrib berjama’ah dan berbuka puasa pada malam hari, mereka mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih dan mengesakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lantunan indah dan menggetarkan jiwa itu mengumandang di seluruh belahan bumi Allah dari barat sampai timur. Membahana dari mulai selepas Maghrib sampai esok paginya menjelang Shalat hari Raya Idul Fitri dilaksanakan.
.اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ
Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuAkbar. Allaahu Akbar walillaahil hamd.
“Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ .وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu Akbar.
Allaahu Akbar walillaahil – hamd.
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…..
Allaahu Akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,…
wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.
Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal – kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyrikun
Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.
Laa – ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.
Allaahu Akbar walillaahil hamd.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.
Dengan banyak mengumandangkan takbir, maka luluhlah hati yang keras dan tumbanglah egoisme serta kesombongan. Dengan kumandang takbir, sadarlah kita bahwa selama ini kita lupa bahwa yang kita besarkan bukanlah Allah, yang kita besarkan mungkin saja harta kita, jabatan kita, ilmu kita dan lainnya. Air mata yang menetes mengingatkan kita bahwa yang besar itu hanyalah Allah semata!
Tibalah waktu pagi indah Hari Raya Idul Fitri. Umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bergegas menuju lapangan atau masjid untuk melaksanakan Shalat Sunnah Hari Raya. Sambil menunggu shalat dilaksanakan, mereka larut kembali dalam kumandang takbir, tahmid, tasbih. Demi syiar dan semaraknya kesyahduan Hari Raya, Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan wanita yang sedang haid juga turut menghadiri Shalat Hari Raya Idul Fitri. Walaupun tidak shalat, mereka diharapkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.
Wallahu A’lam