حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى يَوْمَ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا ثُمَّ أَتَى النِّسَاءَ وَمَعَهُ بِلَالٌ فَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ فَجَعَلْنَ يُلْقِينَ تُلْقِي الْمَرْأَةُ خُرْصَهَا وَسِخَابَهَا.
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari ‘Adi bin Tsabit, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas, bahwa: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Hari Raya ‘Idul Fitri dua rakaat dan tidak shalat sebelum atau sesudahnya. Kemudian beliau mendatangi para wanita dan bersama beliau ada Bilal. Lalu beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka para wanita memberikan sedekah hingga ada seorang wanita yang memberikan anting dan kalungnya.”
(HR. Bukhari no. 911).
Shalat Hari Raya Idul Fitri hukumnya sunah mu’akkadah (sunah yang sangat ditekankan). Bagi kaum muslimin yang tidak berhalangan sangat dianjurkan untuk melaksanakannya. Tua, muda, besar, kecil semuanya dianjurkan, bahkan wanita yang sedang haid juga dianjurkan untuk menghadiri pelaksanaan Shalat Id. Walaupun tidak ikut Shalat Id, wanita haid diharapkan mendengarkan khutbah Idul Fitri dan dapat mengamalkan apa yang disampaikan khatib.
Bagaimana dengan musafir? Pada dasarnya, musafir tidak disunahkan untuk melaksanakan Shalat Id. Tapi jika baginya tidak merepotkan, tentu dipersilakan mengikuti Shalat Id.
Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di tanah lapang, halaman luas atau boleh juga di masjid. Jika dilakukan di tanah lapang, jama’ah tidak perlu melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Adapun jika dilaksanakan di dalam masjid, maka jama’ah tetap disunahkan melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Bagi wanita yang sedang haid, sebaiknya tidak duduk di dalam masjid untuk menyimak khutbah. Sebaiknya wanita haid duduk di serambi atau area sekitar masjid.
Mengenai hadis di atas yang meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukan shalat apapun sebelum shalat Idul Fitri ataupun sesudahnya, maksudnya adalah tidak ada shalat sunah khusus yang dilaksanakan sebelum atau sesudah Shalat Idul Fitri. Maksudnya, bagi kita yang sudah terbiasa melakukan Shalat Dhuha, maka diperbolehkan melaksankannnya sesudah Shalat Id.
Selain sunah melaksanakan Shalat Idul Fitri, disunahkan pula untuk memperbanyak sedekah sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para wanita untuk bersedekah. Tentunya kesunahan bersedekah di Hari Raya bukan hanya berlaku untuk kaum wanita sebagaimana riwayat hadis tersebut tapi juga berlaku umum, baik pria maupun wanita.
Wallahu A’lam.