{"id":46,"date":"2019-12-29T05:32:01","date_gmt":"2019-12-29T05:32:01","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/pengamalan-hadis-dhaif\/"},"modified":"2019-12-29T05:35:50","modified_gmt":"2019-12-29T05:35:50","slug":"pengamalan-hadis-dhaif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/pengamalan-hadis-dhaif\/","title":{"rendered":"Pengamalan dan Tingkatan Hadis Dha&#8217;if"},"content":{"rendered":"<p>Hukum mengamalkan Hadis Dha\u2019if yang di kemukakan oleh beberapa Ulama Hadis. terbagi menjadi tiga pendapat , yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Hadis Dha\u2019if tidak bisa diamalkan, baik yang berkaitan dengan Fadha\u2019il al-Amal maupun yang berkaitan dengan hukum. Pendapat ini dinisbahkan kepada Qadhi Abu Bakar Ibn al-Arabi, Al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Hazam.<\/li>\n<li>Hadis Dha\u2019if dapat diamalkan secara mutlak yakni baik berkenaan dengan Fadha\u2019il al-Amal maupun yang berkaitan dengan hukum . sebagaimana Pendapat Imam Ahmad Bin Hanbal dan Abu Daud.<\/li>\n<li>Hadis Dha\u2019if dapat diamalkan fadhail al-Amal, mauidzah, targhib ( janji-janji yang menggemarakan), dan tarhib (ancaman yang menakutkan) jika memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipaparkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, yaitu:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Tidak terlalu dhaif<\/li>\n<li>Masuk ke dalam kategori hadis yang diamalkan (ma\u2019mul bih)<\/li>\n<li>Tidak diyakinkan secara yakin kebenaran hadis dari Nabi, tetapi karena berhati-hati semata atau <em>ikhtiyath<\/em><\/li>\n<li><\/li>\n<li>Adapun Tingkatan Hadis, Yaitu:<\/li>\n<li>Menurut Ibnu Hajar, urutan hadis dhaif yang terburuk adalah <em>mawdu\u2019, matruk, munkar, mu\u2019allal, mudraj, maqlub, <\/em>kemudian <em>mudhtharib.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hukum mengamalkan Hadis Dha\u2019if yang di kemukakan oleh beberapa Ulama Hadis. terbagi menjadi tiga pendapat , yaitu: Hadis Dha\u2019if tidak bisa diamalkan, baik yang berkaitan dengan Fadha\u2019il al-Amal maupun yang berkaitan dengan hukum. Pendapat ini dinisbahkan kepada Qadhi Abu Bakar Ibn al-Arabi, Al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Hazam. Hadis Dha\u2019if dapat diamalkan secara mutlak yakni baik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[88],"tags":[],"class_list":["post-46","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengamalan-hadis-dhaif"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46\/revisions\/47"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}