{"id":44,"date":"2019-12-29T05:15:57","date_gmt":"2019-12-29T05:15:57","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/definisi-hadis-dhaif\/"},"modified":"2019-12-29T05:15:57","modified_gmt":"2019-12-29T05:15:57","slug":"definisi-hadis-dhaif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/definisi-hadis-dhaif\/","title":{"rendered":"Definisi Hadis Dha&#8217;if"},"content":{"rendered":"<p>Kata <em>dhaif<\/em> \u00a0menurut bahasa berasal dari kata <em>dhuf\u2019un<\/em> yang berarti lemah, lawan dari kata <em>Al-qawiy<\/em>, yang berarti kuat. Dengan makna bahasa ini, maka yang dimaksud dengan hadis dha\u2019if adalah hadis yang lemah atau hadis yang tidak kuat.<\/p>\n<p>Kata <em>dha\u2019if<\/em> menurut bahasa berarti <em>\u2018ajiz<\/em> atau lemah sebagai lawan dari kata <em>qawiy<\/em> atau yang kuat. Adapun lawan dari kata shahih adalah kata <em>dha\u2019if<\/em> yang berarti <em>saqim<\/em> atau yang sakit. Sebutan hadits <em>dha\u2019if<\/em> secara bahasa bearti hadits yang lemah atau hadits yang kuat. Secara terminologis, para ulama berbeda pendapat.<\/p>\n<p>Dalam hal ini Al-Nawawi mendefinisikan hadist dhaif sebagai:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\ufee3\u064e\ufe8e\ufedf\ufee2 \ufef3\ufeee\ufe9f\ufeaa \ufed3\ufef4\ufeea \ufeb7\ufeae\ufeed\ufec3 \ufe8d\ufedf\ufebc\ufea4\ufe94 \ufeed \ufefb \ufeb7\ufeae\ufeed\ufec3 \ufe8d\ufedf\ufea4\ufeb4\ufee6<\/p>\n<p>\u00a0\u201c <em>Hadits yang di dalamnya tidak terdapat syarat-syarat hadits shahih dan syarat-syarat hadits hasan<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Muhammad Ajjaj al-khatib mendefinisikan hadits <em>dha\u2019if<\/em> sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\ufedb\ufede \ufea3\ufeaa\ufef3\ufe9a \ufedf\ufee2 \ufef3\ufea0\ufe98\ufee4\ufeca \ufed3\ufef4\ufeea \ufebb\ufed4\ufe8e\ufe95 \ufe8d\ufedf\ufed8\ufe92\ufeee\ufedd<\/p>\n<p>\u201c<em>Segala hadits yang di dalamnya tidak terkumpul sifat-sifat maqbul<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Kemudian Nur al-Din mendefnisikan hadits <em>dha\u2019if <\/em>sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\ufee3\ufe8e\ufed3\ufed8\ufeaa \ufeb7\ufeae\ufec1\ufe8e \ufee3\ufee6 \ufeb7\ufeae\ufeed\ufec3 \ufe8d\ufedf\ufea4\ufeaa\ufef3\ufe9a \ufe8d\ufedf\ufee4\ufed8\ufe92\ufeee\ufedd<\/p>\n<p>\u201d<em>Hadits yang hilang salah satu syaratnya dari syarat-syarat hadist maqbul<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Dari beberapa definisi diatas dapat dipahami bahwa hadits <em>dha\u2019if<\/em> adalah hadits yang kehilangan salah satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits <em>shahih<\/em> atau hadits hasan. Kemudian <em>dha\u2018if<\/em>-an atau kelemahan suatu hadits bisa terjadi pada sanad maupun matan. Kelemahan pada sanad bisa terjadi pada persambungan sanadnya atau <em>ittishal al-sanad<\/em>-nya dan bisa terjadi pada kualitas te-<em>tsiqah<\/em>-anny. Sedangkan kelemahan pada matannya bisa terjadi pada sandaran matan itu sendiri dan bisa pada kejanggalannya atau ke-<em>syaz<\/em>annya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata dhaif \u00a0menurut bahasa berasal dari kata dhuf\u2019un yang berarti lemah, lawan dari kata Al-qawiy, yang berarti kuat. Dengan makna bahasa ini, maka yang dimaksud dengan hadis dha\u2019if adalah hadis yang lemah atau hadis yang tidak kuat. Kata dha\u2019if menurut bahasa berarti \u2018ajiz atau lemah sebagai lawan dari kata qawiy atau yang kuat. Adapun lawan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[86],"tags":[],"class_list":["post-44","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengertian-hadis-dhaif"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisisuaktual\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}