عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الرَّجُلِ يَجِدُ الْبَلَلَ وَلاَ يَذْكُرُ احْتِلاَمًا قَالَ « يَغْتَسِلُ ». وَعَنِ الرَّجُلِ يَرَى أَنَّهُ قَدِ احْتَلَمَ وَلاَ يَجِدُ الْبَلَلَ قَالَ « لاَ غُسْلَ عَلَيْهِ ». فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ الْمَرْأَةُ تَرَى ذَلِكَ أَعَلَيْهَا غُسْلٌ قَالَ « نَعَمْ إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ
Artinya: Hadis dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW ditanya tentang seseorang yang mendapati basah (air mani) tetapi tidak mengingat bermimpi (tidak ingat mengalami mimpi basah), maka beliau bersabda: “Hendaklah ia mandi.”dan ditanya tentang seseorang yang merasa bermimpi basah tetapi tidak menemukan basah. Maka beliau bersabda: “Tidak wajib atasnya mandi.”Kemudian Ummu Sulaim bertanya: “Bagaimana dengan wanita yang melihat seperti itu, apakah ia juga wajib mandi?” Nabi ﷺ menjawab: “Ya, karena sesungguhnya wanita itu adalah saudara kembar laki-laki (yakni sama dalam hukum-hukum ini).” (HR Abu Daud: 236)