Hadis no. 797


أَبْوَابُ السَّمَاءِ مَفْتُوْحَةٌ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، مَا مِنْ عَبْدٍ يُصَلِّي فِيْهَا إِلَّا جَعَلَ اللهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ غَرْسَ شَجَرَةٍ فِي الْجَنَّةِ لَوْ سَارَ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَايَقْطَعُهَا، وَبِكُلِّ رَكْعَةٍ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ مِنْ دُرٍّ وَيَاقُوْتٍ وَزَبَرْجَدٍ وَلُؤْلُؤٍ، وَبِكُلِّ آيَةٍ مِنْ قِرَاءَتِهِ فِي الصَّلاَةِ تَاجًا فِي الْجَنَّةِ، وَبِكُلِّ جَلْسَةٍ دَرَجَةً مِنْ دَرَجَاتِ الْجَنَّةِ، وَبِكُلِّ تَسْلِيْمَةٍ حُلَّةً مِنْ حُلَلِ الْجَنَّةِ

“Pada malam Qadar pintu-pintu langit terbuka. Tidak seorang hambapun yang shalat pada malam itu, kecuali Allah Ta‘ala akan mengganti baginya setiap takbirnya dengan menanamkan sebatang pohon di dalam surga, yang seandainya seorang pengendara berjalan di bawah bayang-bayang pohon itu selama seratus tahun, tentu belum selesai ditempuhnya. Untuk setiap rakaat (diganti dengan) sebuah rumah dalam surga, terbuat dari berlian, yaqut, zabarjad dan mutiara. Untuk setiap ayat yang dibaca di dalam shalatnya (diganti dengan) sebuah mahkota di surga. Untuk setiap duduk (diganti dengan) sebuah derajat diantara derajat-derajat surga. Dan untuk setiap salam (diganti dengan) seperangkat perhiasan di antara perhiasan-perhiasan surga.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini disebutkan oleh ‘Ali Muhammad Dakhil dalam Thawab al-A‘mal (Shi‘ah) tanpa menyebutkan sanad dan perawinya, juga tanpa kata-kata,

 وبكل جلسة درجة من درجات الجنة، وبكل تسليمة حلة من حلل الجنة .

‘Ali Muhammad juga mengisyaratkan ia disebutkan dalam kitab al-Iqbal (juga kitab Shi‘ah).

Hukum Hadis: Mawdu‘/Palsu.

Hadis ini tidak ditemukan kecuali dalam kitab yang tidak mu‘tabar tanpa menyebutkan sanadnya. Ia dapat dihukumi palsu, karena termasuk dalam kategori Hadis yang tidak mempunyai asal.