مَنْ أَعْطَى صَدَقَةَ الْفِطْرِ كَانَ لَهُ عَشْرَةُ أَشْيَاءَ: الْأَوَّلُ : يَطْهُرُ جَسَدُهُ مِنَ الذُّنُوْبِ. وَالثَّانِيْ: يُعْتَقُ مِنَ النَّارِ. وَالثَّالِثُ: يَصِيْرُ صَوْمُهُ مَقْبُوْلًا. وَالرَّاِبِعُ: يَسْتَوْجِبُ الْجَنَّةَ. وَالْخَامِسُ: يَخْرُجُ مِنْ قَبْرِهِ آمِنًا. وَالسَّادِسُ: يُقْبَلُ مَا عَمِلَ مِنَ الْخَيْرَاتِ فِي تِلْكَ السَّنَةِ. وَالسَّابِعُ: تَجِبُ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَالثَّامِنُ: يَمُرُّ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ الخَاطِفِ وَالتَّاسِعُ: يُرْجَحُ مَيْزَانُهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ. وَاْلعَاشِرُ: يَمْحُو اللهُ تَعَالَى اسْمَهُ مِنْ دِيْوَانِ الْأَشْقِيَاءِ.
“Siapa menunaikan zakat fitrah, ia akan mendapatkan sepuluh perkara: Pertama, badannya bersih dari dosa-dosa. Kedua, dibebaskan dari api neraka. Ketiga, puasanya diterima. Keempat, dijamin masuk surga. Kelima, keluar dari kuburnya dalam keadaan aman. Keenam, semua kebaikan yang ia lakukan pada tahun itu diterima. Ketujuh, mendapatkan shafaatku pada Hari Kiamat. Kedelapan, ia akan melintas di atas sirat bagaikan kilat yang menyambar. Kesembilan, mizannya akan berat penuh kebaikan-kebaikan. Dan kesepuluh, Allah Ta‘ala akan menghapuskan namanya dari daftar orang-orang yang celaka.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan. al-Khubawi menukilnya dari kitab Zubdah al-Wa‘izin.[1]
Hukum Hadis: Mawdu‘/Palsu.
Hadis ini belum ditemukan perawi ataupun sanadnya. Namun dari sudut matan, ia sama sekali tidak menyerupai sabda para Nabi. Kemudian, pahala yang dijanjikan terlalu berlebihan, bahkan delapan diantaranya tidak ditemukan dalam Hadis-hadis yang bisa dijadikan hujjah. Karena itu, Hadis ini dapat dihukumi palsu.
[1] al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 296.