إِنَّ اللهَ خَلَقَ مَلَكًا لَهُ أَرْبَعَةُ أَوْجُهٍ مِنْ وَجْهٍ إِلَى وَجْهٍ مَسِيْرَةَ أَلْفِ سَنَةٍ فَبِوَجْهٍ يَسْجُدُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ يَقُوْلُ فِي سُجُودِهِ: سُبْحَانَكَ مَا أَعْظَمَ جَمَالُكَ، وَبِوَجْهٍ يَنْظُرُ إِلَى جَهَنَّمَ وَيَقُوْلُ: الْوَيْلُ لِمَنْ دَخَلَهَا، وَبِوَجْهٍ يَنْظُرُ إِلَى الْجِنَانِ وَيَقُوْلُ: طُوْبَى لِمَنْ دَخَلَهَا، وَبِوَجْهٍ يَنْظُرُ إِلَى عَرْشِ الرَّحْمَانِ وَيَقُوْلُ: رَبِّ ارْحَمْ وَلَا تُعَذِّبْ صَائِمِي رَمَضَانَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
“Sesungguhnya Allah menciptakan malaikat yang mempunyai empat wajah. Dari satu ke lain wajah sejauh perjalanan seribu tahun. Dengan salah satu wajahnya, ia bersujud sampai hari Kiamat. Dalam sujudnya ia berkata: “Mahasuci Engkau, betapa agung keindahan-Mu!” Dan dengan wajah yang lain, ia memandang neraka Jahannam, seraya berkata: “Celakalah orang yang memasukinya!” Dan dengan wajah yang lain, ia memandang ‘Arash seraya berkata: “Tuhanku, kasihanilah dan jangan Engkau siksa orang-orang yang berpuasa Ramadan dari umat Muhammad!”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zahrah al-Riyad.[1]
Hukum Hadis: Mawdu‘/Palsu.
Hadis ini dinilai palsu, karena adanya beberapa faktor. Pertama, Hadis ini tidak ditemukan dalam kitab-kitab yang mu‘tabar. Dengan demikian, Hadis ini tidak dikenali dalam sumber yang mu‘tamad. Kedua, dari segi bahasanya, Hadis ini mirip bahasa para tukang cerita (al-Qassas). Hal ini diperkuat dengan sumber rujukan Hadis ini, yaitu kitab Zahrah al-Riyad, kitab yang dapat dikategorikan sebagai buku cerita. Seperti yang diketahui dalam ilmu Hadis, tukang cerita adalah salah satu sumber Hadis palsu. Kemungkinan, ini salah satu dari Hadis-hadis tukang cerita itu.
[1] al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 12.