Hadis no. 25


إِذَا كَانَتْ آخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْمَلَائِكَةُ مُصِيْبَةً لِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أيُّ مُصِيْبَةٍ هِيَ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذِهَابُ رَمَضَانَ فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ، وَالصَّدَقَاتِ مَقْبُوْلَةٌ وَالْحَسَنَاتِ مُضَاعَفَةٌ، وَاْلعَذَابَ مَدْفُوْعٌ.

“Bila tiba malam terakhir bulan Ramadan, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat atas musibah yang menimpa umat Muhammad Saw. Seseorang bertanya: “Musibah apakah itu?” Rasulullah menjawab: “Perginya bulan Ramadan, karena sesungguhnya doa-doa di waktu itu dikabulkan, sedekah-sedekah diterima, kebaikan-kebaikan dilipatgandakan, dan azab ditolak.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya  dari kitab Hayah al-Qulub dari Jabir.[1]

Hukum Hadis: Hadis palsu

Hukum Hadis ini belum dapat dipastikan. Namun demikian, seperti yang akan dijelaskan pada bab kesimpulan, Hadis dengan kategori ini lebih mendekati kepada Hadis palsu.


[1] al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 12.