إِنَّ أَولَى النَّاسِ بِي يَومَ القِيَامَةِ أَكثَرُهُم عَلَيَّ صَلاَةً
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisiku pada Hari Kiamat ialah orang yang paling banyak membaca salawat untukku.”
Takhrij Hadis: Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, Ibn Hibban dan Ibn Abi Shaybah. Semuanya melalui Musa bin Ya‘qub.[1]
Hukum Hadis: Hasan.
al-Tirmidhi menilai Hadis ini hasan gharib. Sedangkan Ibn Hibban men-sahih-kannya. Permasalahannya di sini terletak pada Musa bin Ya‘qub. Dijelaskan al-Sakhawi, al-Daraqutni mengatakan bahwa Musa telah sendirian (sanad-nya berlainan dengan sanad perawi lain). Maka, Hadis ini dikatakan oleh al-Tirmidhi sebagai hasan tetapi gharib. Maksudnya adalah gharib dari tariq ini. Namum, karena Hadis ini mempunyai shahid dalam riwayat al-Baihaqi yang sanad-nya tidak bermasalah, maka Ibn Hajar tetap meng-hasan-kannya. Kesimpulannya, Hadis ini hasan.[2]
[1] al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Salah, Bab al-Salah ‘ala al-Nabi, h.n. 484; Ibn Hibban, Sahih, Kitab al-Raqa’iq, Bab al-Du‘a’, h.n. 908; ‘Abd Allah bin Muhammad bin Abi Shaybah, al-Kitab wa al-Musannaf fi al-Ahadith wa al-Athar, Sunt. Kamal Yusuf al-Hut, Dar al-Taj, Bayrut, 1989, jil. 11, hlm. 505.
[2] al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi‘, hlm. 191; Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 11, hlm. 167.