Hadis No. 8


لَو تَعلَمُ أُمَّتِي مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّوا أَن تَكُونُ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ.

“Seandainya umatku mengetahui apa yang ada pada bulan Ramadan, niscaya mereka akan menginginkan agar setahun penuh menjadi Ramadan.”

Takhrij 
Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn Khuzaymah dalam al-Sahih, Abu Ya‘la dalam al-Musnad dan al-Asbahani dalam al-Targhib. Semuanya melalui Jarir bin Ayyub dari al-Sha‘bi dari Nafi‘ bin Buraydah dari Ibn Mas‘ud. Ibn Khuzaymah juga meriwayatkan dari sahabat Abu Mas‘ud al-Ghaffari. Tetapi beliau meriwayatkannya melalui Jarir bin Ayyub. al-Baihaqi dalam al-Shu‘ab meriwayatkan Hadis ini melalui jalur Ibn Khuzaymah. al-Tabarani juga meriwayatkan Hadis ini dari Abu Mas‘ud al-Ghaffari yang dalam sanad-nya terdapat al-Misbah bin Yastam, seorang yang dinilai da‘if menurut al-Haythami.[1]


Hukum Hadis:
 Da‘if.

Hadis ini dinilai palsu oleh Ibn Jawzi dalam kitab al-Mawdu‘at dengan alasan bahwa dalam sanad Hadis tersebut terdapat perawi yang dituduh pendusta, yaitu Jarir bin Ayyub. Akan tetapi, al-Suyuti dalam kitab al-La‘ali menolak hukum ini dengan mengatakan bahwa Hadis ini ada yang diriwayatkan melalui jalan lain tanpa melalui Jarir yaitu dari sahabat Abu Sharik al-Ghaffari. Namun al-Shawkani dalam kitab al-Fawa’id menolak bantahan alSuyuti dan tetap menguatkan pendapat Ibn al-Jawzi, yaitu palsu. Beliau berkata: “Sesungguhnya Hadis yang palsu tidak akan keluar dari kedudukannya yang palsu, meski perawi-perawi meriwayatkannya.” Alasan kedua karena pada Hadis ini tampak jelas adanya ciri-ciri Hadis palsu. [2]

Penulis menemukan bahwa Abu Layth al-Samarqandi telah meriwayatkan Hadis ini dari Ibn Mas‘ud tanpa melalui Jarir yang tersebut di atas dalam kitab Tanbih al-Ghafilin, dengan sanad sebagai berikut:

ثنا أبو القاسم عبد الرحمن بن  محمد، ثنا فارس، ثنا  محمد  بن  الفضل، ثنا أبو  وهب عبد الله  بن بكر، ثنا إياس عن علي بن زيد عن سعيد بن المسيب عن ابن مسعود مرفوعا .[3]
Tetapi sanad inipun lemah, karena ‘Ali bin Zayd lemah menurut kebanyakan ulama. al-Nabilsi menyebutkan Hadis ini dalam Fada’il al-Shuhur tanpa memberi komentar apapun.[4]

Dalam hal ini, Penulis sependapat dengan al-Suyuti, meski kualitasnya sangat lemah, namun Hadis ini tidak bisa dikategorikan palsu. Sebab, meskipun sanad selain yang melalui Jarir adalah lemah, akan tetapi dapat dibuktikan bahwa Hadis ini mempunyai asal seperti yang dikenal dalam mustalah Hadis sebagai lah asl. Maka Hadis ini termasuk dalam kategori da‘if.


[1] Muhammad bin Ishaq bin Khuzaymah, Sahih Ibn Khuzaymah, Tah. Dr. Muhammad Mustafa al-A‘zami, al-Maktab al-Islami, Bayrut, t.th., Kitab al-Sawm, Bab Dhikr Tazyin al-Jannah, h.n. 1886. Abu Ya‘la Ahmad bin ‘Ali al-Tamimi al-Musili, Musnad, Dar al-Ma’mun li al-Turath, Bayrut, 1984, jil. 9, hlm. 180, h.n. 5272; al-Asfahani, al-Targhib, jil. 2, hlm. 355-356, h.n. 1765; Abu Bakar Ahmad bin Husayn bin ‘Ali al-Bayhaqi, Shu‘ab al-Iman, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bayrut, 1990, jil. 3. hlm. 313. h.n. 3634; Sulayman bin Ahmad Abu Sulayman al-Tabarani, al-Mu‘jam al-Kabir, Matba‘ah al-Zahra’ al-Hadithah, Musil, t.th., jil. 22, hlm 967; al-Haythami, Majma‘ al-Zawa’id, jil. 3, hlm. 141.

[2] ‘Abd Rahman bin ‘Ali bin al-Jawzi, al-Mawdu‘at, Dar al-Fikr, Bayrut, 1983, jil.  2, hlm. 189; Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman al-Suyuti, al-La’ali al-Masnu‘ah fi al-Ahadith al-Mawdu‘ah, Dar al-Ma‘rifah, Bayrut, 1983, jil. 2 hlm. 52; Muhammad bin ‘Ali al-Shawkani, al-Fawa’id al-Majmu‘ah fi al-Ahadith al-Mawdu‘ah, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bayrut, t.th., hlm. 286.
[3] Nasr bin Muhammad Abu Layth al-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin, Dar Ibn Kathir, Dimashq, 1993, h.n. 459.
[4] ‘Abd al-Ghani bin Isma‘il al-Nabulsi, Fada’il al-Shuhur wa al-Ayyam, Tah. Mustafa ‘Abd al-Qadir ‘Ata’, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bayrut, 1986, hlm. 47; lihat biografi ‘Ali bin Zayd dalam al-Dhahabi, Mizan al-I‘tidal, jil. 3, hlm. 127-129.