يَنْزِلُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَرْبَعَةُ أَلْوِيَةٍ: لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلِوَاءُ الرَّحْمَةِ وَلِوَاءُ الْمَغْفِرَةِ وَلِوَاءُ الْكَرَامَةِ، وَ مَعَ كُلِّ لِوَاءٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ، وَ مَعَ كُلِّ لِوَاءٍ مَكْتُوْبٌ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ، قَالَ: مَنْ قَالَ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ غَفَرَ لَهُ بِوَاحِدَةٍ وَأَنْجَاهُ مِنَ النَّارِ بِوَاحِدَةٍ وَأَدْخَلَهُ بِوَاحِدَةٍ، فَيُنْصَبُ لِوَاءُ الْحَمْدِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ، وَلِوَاءُ الْمَغْفِرَةِ عَلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَ لِوَاءُ الرَّحْمَةِ فَوْقَ الْكَعْبَةِ وَ لِوَاءُ الْكَرَامَةِ فَوْقَ الصَّخْرَةِ فِي بَيْتِ الْمُقَدَّسِ، وَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ يَجِيْءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ عَلَى بَابِ الْمُسْلِمِيْنَ سَبْعِيْنَ مَرّةً يُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ.
“Pada malam Qadar ada empat bendera yang turun; bendera al-Hamd (puji), bendera al-Rahmah (belas kasih), bendera al-Maghfirah (ampunan) dan bendera al-Karamah (kemuliaan). Dan pada tiap-tiap bendera tertera ‘La ilaha illa Allah, Muhamad Rasulullah’ (Tiada Tuhan selain Allah Muhammad adalah utusan Allah). Nabi Saw. bersabda, ‘Siapa membaca tiga kali, ‘La ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’ pada malam itu, maka dari bacaan yang satu ia akan mendapatkan ampunan dan diselamatkan dari api neraka. Dan dari bacaan yang satu lagi dimasukkan ke dalam surga. Kemudian ditegakkanlah bendera al-Hamd diantara langit dan bumi, bendera al-Maghfirah di atas kubur Nabi Saw., bendera al-Rahmah di atas Ka‘bah dan bendera al-Karamah di atas as-Sakhrah di Bayt al-Maqdis. Dan tiap-tiap seorang dari para malaikat pada malam itu mendatangi pintu rumah kaum muslimin tujuh puluh kali, sambil mengucapkan salam kepada mereka.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan redaksi seperti ini belum dapat ditemukan. Ia dinukil oleh al-Khubawi dari kitab al-Sunaniyyah.[1]
Hukum Hadis : .
Hukum Hadis ini belum dapat dipastikan. Namun seperti yang akan dijelaskan pada bab ketiga nanti, Hadis seperti ini lebih mirip Hadis palsu.
[1] al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 305.