صَوْمُ الْعَبْدِ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى يُؤَدِّيَ صَدَقَةَ الْفِطْرِ، وَإِذَا أَدَّى صَدَقَةَ الْفِطْرِ جَعَلَ اللهُ لَهُ جَنَاحَيْنِ أَخْضَرَيْنِ يَطِيْرُ بِهِمَا إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، ثُمَّ يَأْمُرُ اللهُ تَعَالَى أَنْ يَجَعَلَ فِي قِنْدِيْلٍ مِنْ قَنَادِيْلِ الْعَرْشِ حَتَّى يَأْتِيَ صَاحِبُهُ
“Puasa seorang hamba tergantung di antara langit dan bumi, sampai ia menunaikan zakat Fitrah. Dan apabila ia telah menunaikan zakat Fitrah, maka Allah memberikan dua pasang sayap hijau kepadanya untuk terbang ke langit yang ke tujuh, kemudian Allah Ta‘ala memerintahkan agar puasa itu ditempatkan di dalam sebuah lampu di antara lampu-lampu ‘Arash, sampai datang pemiliknya kelak.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan redaksi ini belum dapat ditemukan. al-Khubawi menukilnya dari kitab Tanbih al-Ghafilin atau Zubdah al-Wa‘izin. Namun ia tidak ditemukan dalam kitab Tanbih al-Ghafilin. Ini berarti ia dinukil dari kitab Zubdah al-Wa‘izin.[1] Bagian pertama dari Hadis ini, seperti yang disebutkan oleh al-Mundhiri dalam al-Targhib, al-Suyuti dalam al-Durr al-Manthur dan Hadis seumpama ini diriwayatkan oleh Ibn Shahin dalam kitab Fada’il Ramadan dan dari Jarir dengan redaksi,
صوم شهر رمضان معلق بين السماء والأرض، ولا يرفع إلا بزكاة الفطر
al-Hindi menambahkan bahwa ia juga diriwayatkan oleh al-Diya’ dalam al-Mukhtarah dan Ibn Sasari dalam al-Amali dari Jarir. Redaksi Ibn Sasari إن شهر رمضان sebagai ganti صوم شهر رمضان
[2]
al-Hindi juga menjelaskan Hadis ini diriwayatkan oleh al-Daylami, al-Khatib dan Ibn ‘Asakir. Semuanya dari Anas. Redaksi al-Daylami,
صيام الرجل معلق بين السماء والأرض حتى يؤدي صدقة الفطر
Sedangkan redaksi al-Khatib dan Ibn ‘Asakir,
لا يزال صيام العبد معلق بين السماء والأرض حتى يؤدي صدقة الفطر[3]
Hukum Hadis: Munkar, amat da‘if dengan redaksi ini.
Riwayat dari Jarir, al-Mundhiri menghukumi Hadis Ibn Shahin dengan gharib, namun sanadnya baik.[4] Sedangkan redaksi yang disebutkan oleh al-Khubawi amat gharib, bahkan munkar. Redaksinya tidak ditemukan dalam kitab Hadis mu‘tabar, yang meriwayatkan atau menyebutkan Hadis ini. Penulis menduga bahwa penambahan redaksi,
وإذا أدى صدقة الفطر …
adalah dari para tukang cerita (القصاص) yang banyak mencampurkan Hadis-hadis Rasulullah Saw. dengan cerita-cerita isra’iliyyat.
[1] al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 295.
[2] al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 2, hlm.152; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 1, hlm. 609; al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, jil. 8, hlm. 551, h.n. 24124.
[3] al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, jil. 8, hlm. 552, h.n. 24129 – 24130; al-Daylami, Firdaws al-Akhbar, jil. 2, hlm. 395, hn. 3754; al-Khatib, Tarikh Baghdad, jil. 9, hlm. 121.
[4] Ibid.