إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ الْكِرَمَ الْكَاتِبِيْنَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ أَنْ يَكْتُبُوا الْحَسَنَاتِ لِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا يَكْتُبُوْا عَلَيْهِمُ السَّيِّئَاتِ وَيُذْهِبُ عَنْهُمْ ذُنُوْبَهُمُ الْمَاضِيَةَ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan para malaikat pencatat yang mulia, pada bulan Ramadan supaya mencatat kebaikan-kebaikan umat Muhammad dan jangan mencatat kesalahan-kesalahan mereka, serta menghapuskan dosa-dosa mereka yang telah lalu.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. Ia merupakan potongan dari Hadis yang ke 6. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zahrah al-Riyad.[1]
Hukum Hadis: Mawdu‘/Palsu.
Hadis ini dapat dinilai palsu, karena dua alasan. Pertama, tidak ditemukan dalam kitab-kitab yang mu‘tabar. Kedua, kandungan maknanya bertentangan dengan syariat Islam, yaitu bahwasanya suatu pahala atau dosa akan tetap diberikan balasannya masing-masing tanpa melihat hari, bulan dan tahun dikerjakannya dosa atau pahala tersebut. Bahkan Ibn ‘Abbas dan Imam Shafi‘i, seperti diriwayatkan oleh al-Bayhaqi, menegaskan bahwa dosa suatu perbuatan yang dilakukan pada bulan-bulan mulia akan lebih besar dibandingkan dengan dosa yang dikerjakan pada bulan-bulan lain, sebagaimana pahala yang akan diberikan pun berlipat ganda.[2]
[1] al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 12-13.
[2] al-Bayhaqi, Fada’il al-Awqat, hlm. 81 dan 86.