Hadis no. 15


مَن حَضَرَ مَجلِسَ العِلمِ فِي رَمَضَانَ كَتَبَ اللهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ قدَمٍ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَيَكُونُ مَعِي تَحتَ العَرشِ، وَمَن دَاوَمَ عَلىَ الجَمَاعَةِ فِي رَمَضَانَ أَعطَاهُ اللهُ تَعَالَى بِكُلِّ ركَعَةٍ مَدِينَةً تَملَأُ مِن نِعَمِ اللهِ تَعَالَى، وَمَن بَرَّ وَالِدَيهِ فِي رَمَضَانَ يَنَالُ نَظرَ اللهِ تَعَالَى باِلرَّحمَةِ، وَأَنَا كَفِيلُهُ فِي الجَـنَّةِ، وَمَا مِن امرأةٍ تَطلُبُ رِضَا زَوجِهَا فِي رَمَضَانَ إِلاَّ وَلَهـَا ثَوَابُ مَريَمَ وَآسِيَةَ، وَمَن قَضَى حَاجَةَ أَخِيهِ المـُسلِمِ فِي رَمَضَانَ قَضَى اللهُ تَعَالَى لَهُ ألفَ حَاجَةٍ يَومَ القِيَامَةِ.

Siapa menghadiri majelis ilmu pada bulan Ramadan, maka Allah menetapkan baginya untuk setiap langkah, ibadah satu tahun, sedang ia akan ada bersamaku di bawah ‘Arash. Dan siapa senantiasa berjama’ah pada bulan Ramadan, maka Allah akan memberinya untuk setiap raka’at, sebuah kota yang penuh dengan nikmat-nikmat Allah. Dan siapa berbuat baik kepada ibu-bapaknya pada bulan Ramadan, maka ia akan mendapat perhatian Allah dengan penuh rahmat, sedang aku menjamin ia masuk surga. Dan tidak ada seorang wanita yang memohon rida dari suaminya pada bulan Ramadan, kecuali ia akan mendapatkan pahala Maryam dan Asiyah. Dan siapa memenuhi hajat saudaranya yang muslim pada bulan Ramadan, maka Allah akan memenui seribu hajatnya pada hari kiamat.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Dhakhirat al-‘Abidin dari Hadis Anas.[1]

Hukum Hadis: Mawdu‘/Palsu.

Hadis ini dinilai palsu karena beberapa sebab. Salah satunya, karena redaksinya seperti lafaz para wu‘az (pemberi nasihat), bukan seperti bahasa Nabi Saw. Selain itu, satu potongan kata pun dari Hadis ini tidak ditemukan dalam rujukan yang mu‘tabar. Ini menunjukkan bahwa Hadis ini tidak dikenali dalam sumber-sumber yang mu‘tamad. Karena itu, Hadis ini dinilai palsu.


[1]al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 10.