رَمَضَانُ أَوَّلُهُ رَحمَةٌ وَوَسَطُهُ مَغفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتقٌ مِنَ النَّارِ.
“Bulan Ramadan itu awalnya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya kebebasan dari neraka,”
Takhrij Hadis:
Hadis diriwayatkan oleh Ibn Khuzaymah, al-Bayhaqi dalam Shu‘ab al-iman dan Fada’il al-Awqat, juga al-Asbahani dalam al-Targhib. Semuanya melalui ‘Ali bin Hujur dari Yusuf bin Ziyad dari Hammam bin Yahya dari ‘Ali bin Zayd bin Jud‘an dari Sa‘id bin al-Musayyab dari Salman dengan redaksi awalnya,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَد أَظَلَّكُم شَهرٌ مُبَارَكٌ
di dalamnya terdapat redaksi,
وَهُوَ شَهرٌ أَوَّلُهُ رَحمَةٌ وَأَوسَطُهُ مَغفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتقٌ مِنَ النَّار .[1]
Hukum Hadis: Amat da‘if
Dalam sanad riwayat ini terdapat Yusuf bin Ziyad al-Basri dan ‘Ali bin Zayd. Yusuf bin Ziyad yang menurut Abu Hatim dan al-Bukhari munkar al-hadith. al-Daraqutni berkata, ia terkenal dengan Hadis-hadis palsu. Sedangkan ‘Ali bin Zayd, menurut Yahya tidak kuat (lays bidhalik al-qawiy). Menurut pendapat al-Bukhari dan Abu Hatim tidak bisa dijadikan hujjah (la yuhtajj bih). Ahmad dan Ibn Hajar menilainya da‘if. Akan tetapi menurut al-Tirmidhi, ia saduq, Hadisnya diriwayatkan oleh Muslim.[2] Kesimpulannya, Hadis ini amat da‘if, karena pada sanadnya terdapat Yusuf bin Ziyad.
[1] Ibn Khuzaymah, al-Sahih, Kitab al-Siyam, Bab Fadl Shahr Ramadan in Sahh al-Khabar, h.n. 1887; al-Bayhaqi, Shu‘ab al-Iman, jil. 3, hlm. 305, h.n. 3608; al-Bayhaqi, Fada’il al-Awqat, hlm. 146-149, h.n. 37; al-Asbahani, al-Targhib, jil. 2, hlm. 350, h.n. 1753.
[2] Lihat biografi Yusuf bin Ziyad dalam al-Dhahabi, Mizan al-I‘tidal, jil. 4, hlm. 465; biografi ‘Ali bin Zayd dalam al-Dhahabi, Mizan al-I‘tidal, jil. 3, hlm. 127-129; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 401.