{"id":796,"date":"2022-07-21T23:09:27","date_gmt":"2022-07-21T23:09:27","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/filosofi-periwayatan\/"},"modified":"2022-07-21T23:09:27","modified_gmt":"2022-07-21T23:09:27","slug":"filosofi-periwayatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/filosofi-periwayatan\/","title":{"rendered":"Filosofi Periwayatan"},"content":{"rendered":"<p>Ketika hadis baru diklasifikasikan dan ditentukan nilai otentitasnya, dan itu terjadi secara sistimatis, berterusan dan langsung dibukukan pada awal abad ke-3, maka apa yang diterima oleh para penulis kitab hadis tadi adalah berupa kabar.<\/p>\n<p>Kabar, atau berita, mempunyai dua kemungkinan: Benar atau bohong.<\/p>\n<p>Kebenaran kabar yang tidak dapat dilihat dengan mata seperti perkataan Nabi saw \/hadis tergantung dari sumber berita.<\/p>\n<p>Sumber berita tersebut apakah dapat dipercaya atau tidak.<\/p>\n<p>Konsep penilaian ini, masih digunakan semua orang hingga kini dalam kehidupan mereka sehari-hari.<\/p>\n<p>Contoh: ketika kita datang ke kantor, bukankah kita sering bertanya kepada satpam yang menjaga kantor: Apakah bos sudah datang?<\/p>\n<p>Jika kita percaya kepada kejujuran si Satpam, maka berita yang disampaikan akan kita nilai benar. Jika sebaliknya, maka penilaian kita terhadap kabar\/berita\/hadis yang disampaikan adalah terbalik juga.<\/p>\n<p>Penilaian kita terhadap kejujuran dan ketidakjujurannya Satpam adalah hasil analisa kita terhadap kejadian yang selama ini kita lihat atau dengar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika hadis baru diklasifikasikan dan ditentukan nilai otentitasnya, dan itu terjadi secara sistimatis, berterusan dan langsung dibukukan pada awal abad ke-3, maka apa yang diterima oleh para penulis kitab hadis tadi adalah berupa kabar. Kabar, atau berita, mempunyai dua kemungkinan: Benar atau bohong. Kebenaran kabar yang tidak dapat dilihat dengan mata seperti perkataan Nabi saw [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":506,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[40],"tags":[],"class_list":["post-796","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pembagian-ilmu-periwayatan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/506"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}