{"id":668,"date":"2022-07-18T03:19:25","date_gmt":"2022-07-18T03:19:25","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/definisi-hadis-mukhtalith\/"},"modified":"2022-07-18T03:19:25","modified_gmt":"2022-07-18T03:19:25","slug":"definisi-hadis-mukhtalith","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/definisi-hadis-mukhtalith\/","title":{"rendered":"Definisi Hadis Mukhtalith"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Hadis mukhtalith<\/strong><\/em> adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi hafalannya berubah menjadi lemah dan cendrung salah. Hal itu disebabkan karena perawi itu sudah lanjut usia, atau tertimpa bahaya, atau terbakar atau hilang kitab-kitabnya.<\/p>\n<p>Seorang perawi dinilai <em>Su\u2019ul khifdzi<\/em> adalah kalau salahnya lebih banyak daripada betulnya, dan hafalannya telah banyak yang lupa.<\/p>\n<p>Hadis orang yang <em>Su\u2019ul khifdzi<\/em> termasuk <em>syadz<\/em>, dan tidak dapat diterima sebagai hujjah.<\/p>\n<p>Kalau <em>Su\u2019ul khifdzi<\/em> terjadi setelah lanjut usia atau karena sebab lain. Maka hadisnya disebut hadis <strong><em>mukhtalith<\/em><\/strong>. Hadis yang diriwayatkan oleh orang yang mengalami <em>ikhtilath<\/em> ditolak. Adapun hadis yang diriwayatkan sebelum <em>ikhtilath<\/em> diterima.<\/p>\n<p>Kalau tidak dapat dibedakan antara yang diriwayatkan sebelum dan sesudah <em>ikhtilath<\/em>, maka hendaklah di<strong><em>tawaqquf<\/em><\/strong>kan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hadis mukhtalith adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi hafalannya berubah menjadi lemah dan cendrung salah. Hal itu disebabkan karena perawi itu sudah lanjut usia, atau tertimpa bahaya, atau terbakar atau hilang kitab-kitabnya. Seorang perawi dinilai Su\u2019ul khifdzi adalah kalau salahnya lebih banyak daripada betulnya, dan hafalannya telah banyak yang lupa. Hadis orang yang Su\u2019ul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":506,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[728],"tags":[],"class_list":["post-668","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-definisi-hadis-mukhtalith"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/506"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/668\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}