{"id":211,"date":"2022-07-02T06:18:28","date_gmt":"2022-07-02T06:18:28","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/penyelesaian-hadis-mukhtalif\/"},"modified":"2022-07-02T06:22:24","modified_gmt":"2022-07-02T06:22:24","slug":"penyelesaian-hadis-mukhtalif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/penyelesaian-hadis-mukhtalif\/","title":{"rendered":"Penyelesaian Hadis Mukhtalif"},"content":{"rendered":"<p>Imam Syafi\u2019i sebagai tokoh pertama yang membicarakan tentang hadis mukhtalif, maka akan dilihat bagaimana beliau menyelesaikan hadis mukhtalif, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><em><strong>Menyelesaikan dalam bentuk kompromi<\/strong> <\/em>atau dikenal dengan al-Jam\u2019u wa al-Taufiq.<br \/>\nCara ini bisa juga dengan cara ta\u2019wil atau dengan cara menelusuri titik temu kandungan makna masing-masing hadis, sehingga maksud yang dituju oleh yang lain dapat dikompromikan, atau dengan kata mencari pemahaman yang tepat.<\/li>\n<li><em><strong>Penyelesaian dengan bentuk naskh<\/strong><\/em><br \/>\nYaitu dengan cara menghapus hadis yang kemudian datang dengan dalil yang baru datang oleh syari\u2019<\/li>\n<li><strong><em>Penyelesaian dalam bentuk tarjih<\/em><\/strong><br \/>\nCara ini ditempuh jika jalur kompromi tidak bisa dilakukan dan tidak pula ditemukan keterangan yang menunjukkan bahwa antara satu dengan lainnya telah terjadi naskh.<br \/>\nSedangkan <strong><em>tarjih<\/em> <\/strong>sendiri adalah memperbandingkan dalil-dalil yang tampak bertentangan untuk dapat mengetahui mana di antara yang lebih kuat dibanding dengan lainnya.<br \/>\nDalam kasus ini <strong><em>tarjih<\/em> <\/strong>berarti membandingkan hadis-hadis yang tampak bertentangan, kemudian mengkaji manakah yang di antara hadis tersebut yang lebih kuat atau lebih tinggi kehujahannya dibanding yang lain, kemudian dari situ diambil yang kuat dan ditinggal yang lemah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penyelesaian dalam bentuk<strong><em> al-Ikhtilaf min Jihat al-Mubah<\/em><\/strong> atau <strong><em>Tanawwu\u2019 al-Ibadah<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Maksudnya adalah penyelesaian hadis yang tampak saling bertentangan, kemudian difahami sebagai cara atau bentuk-bentuk pelaksanaan ibadah yang boleh diikuti dengan cara mengumpulkan semua bentuk.<\/li>\n<li>Penyelesaian dengan cara ini hanya bisa dilakukan pada hadis-hadis yang menyangkut tata cara pelaksanaan ibadah, dan itupun termasuk hanya yang maqbul.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Imam Syafi\u2019i sebagai tokoh pertama yang membicarakan tentang hadis mukhtalif, maka akan dilihat bagaimana beliau menyelesaikan hadis mukhtalif, yaitu: Menyelesaikan dalam bentuk kompromi atau dikenal dengan al-Jam\u2019u wa al-Taufiq. Cara ini bisa juga dengan cara ta\u2019wil atau dengan cara menelusuri titik temu kandungan makna masing-masing hadis, sehingga maksud yang dituju oleh yang lain dapat dikompromikan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":506,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[281],"tags":[],"class_list":["post-211","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-penyelesaian-hadis-mukhtalif"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/506"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211\/revisions\/212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadis-ilmuhadis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}