Pentingnya ilmu jarh wa al-ta’dil dalam mempelajari hadis, khususnya sanad hadis, tidak mungkin diragukan. Bahkan di sinilah letak penelitian keabsahan hadis dimulai dan pada titik ini pula konsen penelitian itu diarahkan.
Ketika unsur sebuah hadis adalah sanad dan matan, lalu sanad itu terdiri dari nama-nama perawi, kemudian kesahihan hadis bergantung pada kredibilitas perawi-perawi tersebut, maka ilmu al-Jarh wa al-Ta’dil akan nampak kepentingan dan kedudukannya dalam kajian hadis.