Pembagian Asbab al-Wurud


Asbab al-wurud dapat diklasifikasikan dalam tiga bagian:

  1. Asbab al-wurud dalam bentuk ayat al-Qur’an, artinya munculnya hadis tertentu karena untuk menjelaskan ayat al-Qur’an tertentu
    • Contoh:

قال البخاري: حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا جرير عن الأعمش عن إبراهيم عن علقمة عن عبد الله رضي الله عنه قال لما نزلت هذه الآية ”الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم “شق ذلك على أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وقالوا: أينا لم يلبس إيمانه بظلم؟. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنه ليس بذاك، ألا تسمع إلى قول لقمان لابنه: إن الشرك لظلم عظيم

    • Hadis ini muncul, karena untuk memahamkan ayat 28 surat al-An’am dalam lafal zulm, karena para sahabat memahami zulm pada ayat tersebut adalah dengan aniaya dan melanggar batas-batas ajaran agama. Kemudian mereka datang pada Nabi saw dan Nabi saw menyabdakan hadis di atas.
    • Hadis di atas diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no 4403 dan 6407).
  1. Asbab al-wurud dalam bentuk hadis, yaitu adanya hadis untuk menjelaskan hadis tertentu yang masih belum jelas kandungan maknanya.
    • Contoh:
      عن أنس قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : إن لله تعالى ملائكته في الأرض تنطق علي ألسنة بني أدم بما في المرء من الخير و الشر
    • Hadis ini muncul berdasarkan komentar sahabat Nabi saw atas sikap Nabi saw yang mengomentari dengan hal yang sama atas jenazah seseorang dengan perkataan yang sama yaitu ‘pasti demikian’ dalam kebaikan dan keburukan.
      Hadis tersebut muncul karena susahnya sahabat Nabi saw memahami hadis ‘Allah mempunyai malaikat-malaikat di dunia yang berbicara melalui lisan anak Adam tentang apa yang baik dan buruk dalam diri seseorang.
    • Hadis di atas diriwayatkan oleh al-Hakim (hadis no 1346) dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman (hadis no. 9007).
  2. Asbab al-wurud dalam bentuk penjelasan dan jawaban atas pertanyaan.
    • Contoh:
      Hadis karena adanya pertanyaan dari sahabiyat tentang pakaian yang dikenai darah haid, maka Rasulullah saw menjawab:

قال البخاري: حدثنا عبد الله بن يوسف قال: أخبرنا مالك، عن هشام بن عروة، عن فاطمة بنت المنذر، عن أسماء بنت أبي بكر الصديق أنها قالت: سألت امرأة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالت: يا رسول الله، أرأيت إحدانا إذا أصاب ثوبها الدم من الحيضة كيف تصنع؟. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا أصاب ثوب إحداكن الدم من الحيضة فلتقرصه ثم لتنضحه بماء ثم لتصلي فيه

    • Hadis tersebut diucapkan Rasulullah saw untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh salah satu sahabat Nabi saw kepadanya tentang tata cara membersihkan pakaian yang terkena darah haid.
    • Hadis di atas diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no 296), Abu Dawud (hadis no 307) dan Malik (hadis no 121).