Pemahaman Schacht


  • Menurut Schacht adanya pengembangan isnad dengan jumlah yang besar atau projecting back adalah upaya yang sengaja dilakukan muhadditsin agar doktrin-doktrin mereka dipercaya oleh generasi berikutnya dan dianggap berasal dari tokoh-tokoh yang dipercaya.
  • Dengan kata lain penyebaran isnad (the spread of isnad) itu sengaja dilakukan dengan menciptakan isnad tambahan untuk mendukung matan hadis yang sama. Dalam kondisi seperti itu isnad cenderung membesar, jumlah perawi semakin membengkak pada generasi belakangan (proliferation of isnad) dan mundur ke belakang.
  • Oleh karenanya, setiap hadis yang dinyatakan berasal dari Nabi tidak bisa dianggap sebagai pernyataan yang otentik dan benar-benar berasal dari masa beliau atau masa sahabat, melainkan sebagai ekspresi fiktif dari doktrin hukum tertentu yang dirumuskan belakangan.
  • Kesimpulan Schacht adalah semakin sempurna dan lengkap sebuah isnad, semakin belakangan pula sebetulnya ia muncul.
  • Menurut Schacht, proyeksi ke belakang dibentuk para hakim abad kedua Hijriyah untuk mencari dasar legitimasi produk hukum mereka, kemudian disusun rantai periwayatan ke belakang hingga masa Nabi.
  • Pada saat sanad mulai berkembang ke belakang maka ia juga berkembang ke samping, dan itu adalah muncul belakangan untuk mendukung doktrin
  • Untuk menerapkan teori ini, pada awalnya Schacht menganalisa terlebih dahulu pada tataran matan, ketika matan dianggap baik dan benar maka di situ akan dicarikan legitimasi dengan menyandarkan pada perawi-perawi belakangan yang disebut dengan projecting back ini.
  • Tetapi sayangnya, pada perkembangannya Schacht jarang menganalisa dengan mendetail dan sistematis matan suatu hadis, melainkan hanya mencari legitimasi dari unsur sanad.