Apabila ia berkata haddatsani, maka itu berarti dia mendengar sendiri.
Akhbarani atau sami’tu, berarti dia membaca hadis itu di sebuah kitab.
Jika dia berkata: “telah berkata (qala), maka itu berarti bagaikan angin yang lewat , yakni hilang dan tidak bisa dijadikan hujjah.
Dikatakan Ahmad ibn Hanbal dalam menafsirkan “jika dia berkata”, maka itu berarti dikatakan seseorang kepada saya, atau saya diberi khabar oleh seseorang yang tidak pasti khabarnya (qala Fulan aw ukhbirtu ja-a bimanakar).