Menentukan Metode


Ketika seseorang akan metakhrij hadis, maka terdapat beberapa kemungkinan:

  • Dia mengetahui matan dan sanad hadis secara lengkap
  • Dia mengetahui matannya saja secara lengkap
  • Dia mengetahui sepotong dari matan
  • Dia mengetahui sanadnya tapi tidak matannya
  • Dia hanya mengetahui sepotong dari sanad
  • Dia sama sekali tidak mengetahui sanad atau matan, tapi ingin mecari hadis dengan topik tertentu.

Setiap kemungkinan di atas akan berpengaruh dalam menentukan metode apa yang akan digunakan.
Jika anda mengetahui matan dan sanadnya, maka semua metodologi dapat digunakan.

Jika hanya matan saja yang anda ketahui, maka terdapat beberapa kemungkinan:

  • Anda mengetahui matan dari awal lafaznya, maka gunakan metode atraf.
  • Anda mengetahui matan, namun bukan awal lafaz, maka gunakan metode alfaz atau mawdu’ (tematik)
  • Anda hanya mengetahui sifat atau karakter hadis, maka gunakan metode sifat/karakter.
  • Jika anda hanya mengetahui sepotong dari matan hadis, maka gunakan poin 2 sebelum ini, atau jika usahakan sepotong matan yang terlalu pendek dan tidak ada kata-kata masyhur, atau sepertinya, bukan diriwayatkan oleh perawi sittah atau tis’ah, maka gunakan metode mawdu’ atau sifat.

Jika anda mengetahui sanadnya tapi tidak matannya, maka terdapat beberapa kemungkinan:

  • Mengetahuinya sampai perawinya, Bukhari Muslim dst, maka carilah dalam kitab-kitab tadi.
  • Mengetahui hanya sahabat saja, maka gunakanlah kitab-kitab Musnad, atau
  • Jika anda hanya mengetahui sepotong dari sanad, maka gunakan kitab Tuhfat al-asyraf atau Mua’jam al-Tabarani.
  • Jika tidak mengetahui sanad dan matan, maka gunakan metode mawdu’ (mencari dengan tema).