Menelusuri Jalur Periwayatan


Para pakar ilmu ‘illat klasik adalah mereka para huffaz yang menghafal rutusan ribu hadis dengan berbagai jalur periwayatannya. Karena itu, cukup mudah bagi mereka untuk menelusuri. Bagi para pengkaji hadis kontemporer, mereka dapat melakukannya (meski tidak menyeluruh) melalui metode takhrij. Semua jalur periwayatan ditelusuri dan diteliti. Untuk kepentingan ini dibutuhkan banyak sekali referensi yang sayangnya, banyak yang belum dicetak atau belum ditemukan manuskripnya.

Ketika semua jalur periwayatan dapat dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah menganalisa julur-jalur tersebut dengan memperhatikan kejanggalan dan perbedaan yang ada. Jika ditemukan kejanggalan dan perbedaan, maka kemungkinan ada atau tidaknya ;illat mulai nampak. Tentu saja, pengetahuan peneliti akan ilmu-ilmu hadis haruslah memadai.

Kesimpulannya, cara pertama ini dapat dilakukan melalui tiga hal:

  1. Menelusuri dan mengumpulkan semua jalur periwayatan.
  2. Mengetahui perawi-perawi yang besar, yang banyak sekali riwayat-riwayat itu bermuara pada beliau, sekaligus mengetahui peringkat kepakaran murid-muridnya.
  3. Membanding-bandingkan bentuk-bentuk periwayatan satu sama lain, dan melihat titik persamaan dan perbedaannya, dengan mempertimbangkan kepakaran masing-masing perawi pada setiap jalur periwayatan.