Dia termasuk perawi yang mudallas tetapi tadlis dari tsiqah. Selain itu dia juga mengalami ikhtilat (hadis yang rawinya buruk hafalannya disebabkan sudah lanjut usia, tertimpa musibah, atau hilang kitab-kitabnya) di akhir usianya, tahun 197 H.
Hadis yang diriwayatkan oleh seseorang setelah mengalami ikhtilat ditolak, dan hadis yang diriwayatkan sebelum mengalami ikhtilat diterima (maqbul).