Kritik Matan


Kritik Hadis, apakah lebih tepat dimulai dari sanad lalu matan atau matan lalu sanad?

  • Dengan memahami konsep dasar kritik Hadis adalah berdasarkan konsep kebenaran kabar, maka langkah ulama hadis meneliti terlebih dahulu kebenaran sanad adalah langkah yang tepat.
  • Namun demikian, ketika sebuah hadis mengandung makna yang sangat aneh, maka para ulama juga melakukan kritik matan terlebih dahulu.
  • Memilih kritik sanad lalu matan juga didasari konsep idiologi: Nabi saw ma’sum (terbebas dari kesalahan) dan apa yang disabdakannya adalah bagian dari wahyu.
  • Berdasarkan konsep di atas, maka langkah ulama hadis dalam mengkritisi otentias hadis adalah sebagai berikut:
    • Apakah sebuah hadis mempunyai unsurnya yang lengkap? Sanad dan matan?
    • Jika iya, maka yang dipahami/diperhatikan terlebih dahulu adalah apakah isi kandungan hadis (makna matan) itu logis? Tidak aneh mengikut kreteria syari’at Islam? Jika iya, maka hadis itu diasumsikan terlebih dahulu sebagai hadis palsu. Baru kemudian dilakukan penelitian sanad.
    • Jika terlalu aneh, maka hadis itu dihukumkan palsu tanpa perlu meneliti sanad.
    • Jika makna matan tidak mengandung keanehan, maka penelitian sanad dilakukan terlebih dahulu, untuk mempertanyakan: Apakah ini dikatakan oleh Rasulullah saw?

Catatan Penting:

  • Tidak semua orang dapat menilai dengan benar Keanehan sebuah matan, yang dapat melakukan ini adalah Mereka yang memiliki dasar ilmu pengetahuan agama yang kuat. Jika tidak, maka kesalahan pasti terjadi