Kodifikasi hadis secara resmi dipelopori Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (khalifah ke delapan pada masa Bani Umayyah yang memerintah tahun 99-101 H.). Dia menginstruksikan kepada para Gubernur di semua wilayah Islam untuk menghimpun dan menulis hadis-hadis Nabi saw. Selain itu khalifah juga memerintah Ibn Hazm dan Ibn Syihab al-Zuhri (50-124 H.) untuk menghimpun hadis Nabi saw.
Semboyan al-Zuhri yang terkenal al-isnaadu minad diin, lau lal isnadu la qaala man syaa-a maa syaa-a (artinya : Sanad itu bagian dari agama, sekiranya tidak ada sanad maka berkatalah siapa saja tentang apa saja).