Definisi Mudhtarib


Mudhtarib/idtirab dalam bahasa Indonesia adalah goncang, kacau atau tiada berketentuan.

Sedangakan hadis mudhtarib adalah hadis yang riwayat tentangnya berbeda, sebagian mereka meriwayatkan dengan satu bentuk dan sebagian yang lain dengan bentuk lain yang berbeda dengannya.

Idhtirab pada matan dapat terjadi apabila suatu hadis dengan tema tertentu diriwayatkan dari berbagai sanad dan sahabat perawinya tunggal.

Pada dasarnya idhtirab adalah terdapatnya kerancuan dan mengesankan ungkapan yang bertentangan dalam hadis, sementara pada kondisi seperti itu sulit dilakukan tarjih.

Idhtirab bisa terjadi pada sanad, matan, juga sanad dan matannya sekaligus.

Suatu hadis dikategorikan idhtirab kalau di dalamnya ada unsur, yaitu;

  1. Kualitas sanadnya sama tetapi bermuara pada sahabat yang satu dan kandungan maknanya berlawanan.
  2. Kondisi bertentangannya hadis tersebut berbias kerancuan makna yang menyulitkan pemahaman.
  3. Tidak bisa ditarjih antara hadis yang bertentangan tersebut.

Sedangkan menurut Ibn Shalah, hadis dinamakan mudhtarib kalau:

  1. Aspek yang dipertentangkan setara, apabila salah satu pendapat unggul maka ia didahulukan.
  2. Selain setara, kompromi tidak bisa dilakukan berdasarkan kaidah ahli hadis, diperkirakan bahwa hafidz tersebut tidak cermat terhadap hadis tersebut.

Karya tentang idhtirab:

  • Kitab al-Muqtarib fi Bayan al-Muqtarib karya al-’Asqalani.
    Kitab ini didasarkan pada al-’Ilal al-Waridah fi al-Hadits karya al-Daruquthni yang di dalamnya membahas tentang mudhtarib al-isnad.