Dhabit adalah sempurna daya ingat perawinya. Dalam arti, ingatanya lebih banyak daripada lupanya, serta kebenarannya lebih banyak daripada kesalahannya.
Dhabit ada dua macam:
- Dhabth al-Shadr, yaitu perawi hafal benar dengan apa yang ia dengar dan memungkinkan baginya untuk menyampaikannya kapan saja ketika dikehendaki.
- Dhabth al-Kitab, yaitu seorang rawi benar-benar menjaga kitab yang ia tulis sejak ia mendengarnya dan mentashihnya smpai ia menyampaikan hadis yang ia tulis tersebut, serta tidak menyerahkannya kepada orang-orang yang tidak bisa menjaganya.