Ziyadah (tambahan) al-sunnah terhadap al-Qur’an, atau al-sunnah yang menetapkan hukum baru, atau al-sunnah yang menetapkan hukum yang didiamkan al-Qur’an, tidak sedikit antara lain adalah:
1. Al-Sunnah yang membolehkan orang mengusap sepatu dalam wudhu
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Mughirah Ibn Syu’bah ra, ia berkata:
“Pernah aku bersama Nabi saw, lalu beliau wudhu, lalu aku turun untuk melepas sepatunya, lalu beliau berkata: Biarkanlah, karena sesungguh-nya aku memakainya dalam keadaan suci. Lalu beliau menyapunya.”
Diriwayatkan oleh al-Daruquthni dari Anas secara Marfu’:
“Apabila salah seorang kamu wudhu dan memakai sepatunya, maka hendaklah ia menyapu atasnya dan hendaklah ia shalat dengan tetap memakainya, dan janganlah ia melepasnya, kalau ia mau, kecuali karena berjanabah.”
2. Al-sunnah yang memfardhukan zakat fitrah
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Ibn Umar ra, ia berkata:
“Rasulullah saw memfardhukan zakat fitrah satu sa’ tamar atau satu sa’ syair atas hamba dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil dari kaum muslimin dan hendaklah ia sampaikan sebelum orang berangakat shalat”
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibn Abbas ra, ia berkata:
“Rasulullah saw memfardhukan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, dan untuk memberi makan kepada orang miskin. Barang siapa menyampaikannya sebelum shalat maka menjadi zakat yang diterima, dan barang siapa menyampaikannya sesudah shalat maka ia menjadi sedekah biasa”