Contoh dan Aplikasi Bayan Tafsir


1. Tafsir al-sunnah terhadap ayat wudhu

Allah swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (QS. 5:6)

Lafal إلي pada إلي المرافق dan إلي الكعبين dalam ayat di atas musytarak (bermakna ganda), yakni dapat bermakna ghayah (sampai) dan dapat bermakna ma’a (serta). Dari lafal musytarak hanya satu makna yang dikehendaki. Karena itu ia memerlukan penjelasan. Allah menugaskan kepada Rasul-Nya untuk menjelaskan, karena itu Rasulullah lalu menjelaskannya. Diriwayatkan oleh Muslim dari Nu’aim Ibn Abdillah al-Mujammir, ia berkata:

“Aku melihat Abu Hurairah mengerjakan wudhu, lalu ia membasuh mukanya, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian membasuh tangannya sampai masuk ke lengan, kemudian tangan kirinya sampai masuk ke lengan, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai masuk ke betis, kemudian kaki kirinya sampai masuk ke betis, kemudian ia berkata: “demikianlah aku melihat Rasulullah saw mengerjakan wudhu”

Hadis ini menerangkan bahwa Rasulullah saw dalam membasuh tangan dalam wudlu melampaui siku, dan dalam membasuh kaki dalam wudhu melampaui tumit. Ini menunjukkan bahwa dari إلي pada إلي المرافق dan إلي الكعبين dalam ayat di atas yang dikehendaki adalah makna ma’a (seperti), bukan ghayah (sampai).

2. Tafsir al-Sunnah terhadap ayat-ayat shalat

Allah berfirman

1. فأقيموا الصلاة وآتوا الزكاة واعتصموا بالله هو مولاكم فنعم المولى ونعم النصير

2. حافظوا على الصلوات والصلاة الوسطى

3. أقم الصلاة لدلوك الشمس إلى غسق الليل وقرآن الفجر إن قرآن الفجر كان مشهودا

4. فأقيموا الصلاة إن الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا

5. وسبح بحمد ربك قبل طلوع الشمس وقبل الغروب

Ayat-ayat di atas semua memerintah shalat, tetapi semua mujmal, semua memerintahkan shalat, tetapi shalat mana saja yang harus dikerjakan, berapa raka’at-raka’atnya, mana batas-batas waktu, bagaimana cara mengerjakannya, tidak diterangkan.

Karena itu semuanya memerlukan penjelasan, Allah swt menugaskan kepada Rasul-Nya untuk menjelaskannya. Karena itu Rasul saw lalu menjelaskannya.

1. Penjelasan Rasul saw tentang shalat yang difardhukan

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Thalhah Ibn Ubaydillah bahwa:

“Seorang Arab dusun datang kepada Rasulullah saw dengan kepala terbuka, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku apa yang difardhukan Allah kepadaku tentang shalat!” lalu Rasulullah bersabda:

“Shalat Lima, kecuali jika kamu mau menambah”

Hadis ini menerangkan bahwa shalat yang harus kita kerjakan itu shalat lima, yaitu; zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan Shubuh.

2. Penjelasan Rasulallah tentang raka’at shalat

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra, ia berkata:

“Permulaan shalat difardhukan itu dua raka’at, lalu ditetapkan shalat safar, dan disempurnakan shalat hadar”

Ahmad meriwayatkan dari Aisyah ra dengan tambahan:

“Kecuali shalat maghrib, karena shalat Maghrib itu witirnya siang, dan kecuali shalat Subuh, karena shalat Subuh itu bacaan di dalamnya dipanjangkan”

Hadis-hadis ini menerangkan bahwa shalat Zuhur, shalat Asar dan shalat Isya’ itu masing-masing empat raka’at. Shalat Maghrib itu tiga raka’at, shalat shubuh itu dua raka’at.

Dalam jenis tafsir sunnah terhadap al-Qur’an sebenarnya sangat banyak, karena memang al-Qur’an banyak yang mujmal.