1. Surat Yunus ayat 15
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ لا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَذَا أَوْ بَدِّلْهُ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ.
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami berkata: “Datangkanlah al-Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya Aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”.
Menurut Syafi’i, dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa Dia memfardhukan kepada Nabi-Nya agar Nabi saw mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya, tidak menggantinya (menaskh) dengan sesuatu yang datang dari dirinya sendiri. Selain itu, Kitab Allah swt tidak dapat dinaskh kecuali oleh Kitab Allah swt.
2. Selain ayat tersebut, Imam Syafi’i juga mendasarkan pendapatnya pada surat al-Baqarah ayat 106:
مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ayat mana saja yang kami nasakhkan, atau kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
Dalam ayat ini menurut Imam Syafi’i bahwa Allah memberitakan bahwa al-Qur’an paling akhir penurunannya, oleh karenanya tidak dinaskh kecuali oleh al-Qur’an sendiri.