Banyak ulama yang telah menyusun dalam kajian ini. Ada yang mencakup hadis-hadis yang tampak bertentangan secara keseluruhan dan ada yang tidak, yaitu dengan membatasi karyanya itu pada pengkompromian hadis-hadis yang tampak bertentangan atau hanya sekedar hadis-hadis yang sulit difahami saja, lalu menghilangkan dengan menjelaskan maksudnya.
Karya paling awal dalam bidang ini adalah:
- Ikhtilaf al-Hadis karya Imam Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i (150-204). Dalam buku ini beliau tidak menyebutkan semua hadis yang tampak bertentangan, tetapi hanya menyebut sebagian saja, menjelaskan seluruh sanadnya dan memadukannya agar dijadikan contoh oleh ulama lain.
- Kemudian diikuti oleh Ta’wil Mukhtalaf al-Hadis karya Ibn Qutaibah al-Dainuri (213-276). Kitab ini disusun untuk menyanggah mereka yang melancarkan beberapa tuduhan kepada ahli hadis dengan hadis yang tampak bertentangan.
- Musykil al-Atsar karya Muhammad al-Thahanawi (239-321), terdiri dari empat jilid dan dicetak di India tahun 1333 H.
- Musykil al-Hadits wa Bayanuhu karya Ibn Faruq al-Anshari al-Ashbahani (w. 406 H). Kitab ini disusun berkenaan dengan hadis-hadis yang secara literal diduga kontradiktif, mengandung tasybih dan tajsim, yang dijadikan sebagai landasan melancarkan cercaan terhadap agama, kemudian dijelaskan di dalamnya maksudnya dan membatalkan banyak klaim yang salah seputar hadis-hadis itu dengan mengambil dari dalil-dalil aqli dan naqli.