Kajian ilmu ini sudah berkembang sejak tumbuhnya periwayatan dalam Islam, karena kajian ini sudah berkembang sebagaimana perkembangan sanad dalam meriwayatkan hadis itu sendiri.
Oleh karena pentingnya ilmu ini, ulama memberikan perhatian cukup besar untuk mengetahui tokoh-tokoh yang ada dalam sanad. Di antara hal yang menjadi fokus adalah:
- Umur para perawi
- Tempat mereka
- Sejarah mendengar (belajar) mereka dari para guru
- Mengetahui keshahihan sima’
Urgensi ilmu ini bagi para kritikus sekaligus perawi adalah dipakai untuk mengetahui kedustaan dan kebenaran perawi, dan dianggap sebagai senjata untuk meneliti otentisitas perawi tersebut.
Urgensitas ilmu ini tidak hanya terbatas dari perhatian mereka dalam mengkaji, tetapi juga dari karya yang dihasilkan atas ilmu ini, ada yang membahas tentang sahabat, keadaan mereka, perang-perang, kabilah-kabilah, dan sejumlah hadis yang mereka riwayatkan.
Adapun metode yang mereka gunakan cukup beragam:
- Berdasarkan tingkat demi tingkat, hal ini dilakukan jika obyek yang dibahas adalah sahabat.
- Berdasarkan generasi demi generasi.
- Berdasarkan tahun, disebutkan tahun wafat lalu menyebut biografinya, lalu berita lain tentang perawi tersebut.
- Berdasarkan alfabetis.
- Berdasarkan nama-nama negeri tempat para perawi. Nama ulama suatu negeri biasanya disebutkan begitu juga ahli-ahli yang masuk ke dalamnya dan didahului dengan keutamaan negeri tersebut.
- Berdasarkan nama, nama asli para perawi, nama laqab, nama nisbah mereka, nama asli dan nama julukan, nama-nama kuniyah dan nama-nama nisbah, nama musytabih.
- Khusus wanita-wanita periwayat.