Di antara keutamaan orang yang meriwayatkan dengan cara tasalsul adalah bertambahnya sifat kedhabitan mereka, karena mengingat dengan detail, sehingga bisa menyampaikan sebagaimana menerimanya dari perawi pertama. Sebab jarang ada hadis musalsal yang disampaikan secara dha’if, atau dengan kata lain sedikit yang meriwayatkan secara tasalsul dengan mengada-ada.
Tetapi jika tasalsul itu terjadi baru pada pertengahan sanad, maka kondisi tersebut mengurangi kekuatan hadis yang diriwayatkan secara musalsal.