Jenis Kedua, ada sebuah matan yang diriwayatkan oleh seorang perawi dengan sanadnya kecuali sepenggal kalimat yang terdapat pada ujung akhir hadis tersebut. Di mana kalimat tadi diriwayatkan dengan sanad yang lain. Kemudian ada seorang perawi yang meriwayatkan darinya lengkap dengan sanadnya yang pertama dan tidak menyebutkan sanad sepenggal kalimat yang ada di ujung hadis tadi.
Contohnya :
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasa’i dari Wail ibn Hujr ra, ia berkata:
صَلَيْتُ خَلْفَ أَصْحَابِ النَّبِيّ صلى الله عليه وسلم، فَكَانُوْا إِذَا سَلِّمُوْا بَشِيْرُوْنَ بِأَيْدِيْهِمْ كَأَنَّهُمْ أَذْنَابَ خَيْلِ شُمُشٍ، ثُمَّ جِئْتُ بَعَ ذَلِكَ فِيْ زَمَنٍ فِيْهِ بَرْدٌ شَدِيْدٌ فَرَأَيْتُ النًَاسَ عَلَيْهِمْ جُلُّ الثِّيَابِ تَحَرَّكُ أَيْدِيْهِمْ تَحْتَ الثِّيَابِ.
Hadis ini dari awal sampai pada kata (ثُمَّ جِئْتُ) adalah dari riwayat ‘Ashim ibn Kulaib, dari Ayahnya, dari Wail ibn Hujr. Sedangkan dari kata (ثُمَّ جِئْتُ) sampai akhir diriwayatkan bukan dengan riwayat tadi. Akan tetapi diriwayatkan dari ‘Ashim, dari ‘Abd al-Jabbar ibn Wail, dari sebagian keluarganya, dari Wail ibn Hujr ra.