Istilah hasan shahih adalah istilah yang dipakai al-Tirmidzi dalam menyebutkan kualitas hadis. Bahkan, hadis dengan penilaian seperti ini berjumlah 1.454 buah hadis, atau sama dengan 36%.
Terdapat perbedaan ulama dalam menafsirkan maksud dari al-Tirimizi dengan istilah di atas. Sedikitnya terdapat 5 penafisiran, yaitu:
- Hadis yang tidak sampai pada shahih lizatih, mempunyai kualitas hasan tetapi mendekati shahih.
- Hadis yang diriwayatkan para perawi yang memenuhi persyaratan shahih, tetapi hanya diriwayatkan seorang yang ter-jarh.
- Istilah tersebut karena dihubungkan dengan keadaan perawi yang meriwayatkan hadis tersebut.
- Hadis yang mempunyai dua kulaitas sekaligus, suatu hadis dinilai shahih, tetapi pada riwayat lain hanya diriwayatkan satu perawi.
- Hadis yang memiliki nilai tertinggi karena sudah melalui tahapan hasan dan mencapai puncak keshahihan. Penafsiran ini memberikan penilaian bahwa hadis hasan shahih mempunyai nilai lebih tinggi dibanding shahih saja.
-
Penulis/penyusun cenderung membenarkan penafsiran terakhir karena banyak sekali hadis-hadis berkualitas hasan shahih adalah hadis-hadis yang juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim atau yang dikenal dengan hadis muttafaq ‘alaih.