Kesimpulan Kamarudin


  • Metode isnad cum matan analysis menaksir kualitas hadis berdasarkan matannya, bahkan kwalitas sanadpun dapat ditaksir melalui matannya. Analisa matan yang dimaksud bukan apakah matan itu bertentangan dengan al-Qur’an atau riwayat yang dianggap lebih kuat, melainkan sejauh mana riwayat teks seorang perawi melenceng, berbeda secara tekstual dengan riwayat yang lain.
  • Namun sebelum analisa tekstual dilakukan terlebih dahulu dilakukan pemetaan siapa yang menerima riwayat darimana, mulai dari mukharrij sampai ke perawi terakhir (Sahabat) atau pemilik berita (Nabi).